Kontraktor Tak Sanggup Selesaikan Proyek Jembatan Mahakam IV Samarinda

  • Whatsapp

SAMARINDA/tabengan.com – Proyek pembangunan Jembatan Mahakam IV, Samarinda yang ditarget selesai Februari 2019 dipastikan molor. Tambahan waktu 50 hari yang diberikan Pemprov Kaltim guna menyelesaikan proyek jembatan yang berada tak jauh dari Jembatan Mahakam tersebut tak mampu disanggupi kontraktor.

Meski progres sudah mencapai 90 persen, semua segmen jembatan diyakini belum bisa rampung pada Februari ini.

Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Setprov Kaltim Zairin Zein mengakui penyelesaian Jembatan Mahakam IV molor lagi dari waktu yang ditargetkan. Menurutnya, pihak kontraktor sudah meminta perpanjangan kontrak diperpanjang hingga April 2019.

“Februari nggak mungkin, selasar saja tidak tersambung. Kemungkinan April baru selesai. Memang penghitungan pak Taufik (Kadis PU Kaltim) dan kontraktor itu (selesai) April, makanya kontrak perpanjangan sampai April 2019. Kemarin mau dipercepat Februari ya tetap tidak bisa juga ternyata,” ungkap Zairin, kemarin.

Molornya penyelesaian Jembatan Mahakam IV kata Zairin jelas mendatangkan konsekuensi bagi kontraktor, yaitu berupa sanksi. Zairin menegaskan Pemprov tetap menerapkan sanksi dan penalti bagi kontraktor jembatan. Bentuk dan nilai konsekuensinya masih dalam penghitungan pemprov.

“Penalti jelas, tapi penalti itu masih dihitung detailnya, karena perhitungannya agak teknis. Contohnya untuk pemasangan baut saja itu butuh kehati-hatian dan ketepatan. Kalau tidak pas ya harus hati-hati,” katanya.

Zairin menuturkan, meski penyelesaian proyek Jembatan Mahakam IV molor, tidak ada tambahan anggaran dari pemprov. Dana yang digunakan masih mengandalkan dana luncuran 2018 yang cair awal 2019.

Kendati demikian, pemprov tetap akan mengeluarkan dana tambahan pasca selesainya jembatan, khususnya untuk paket uji beban.

“Tidak ada tambahan dana, kita tetap menggunakan dana luncuran 2018 itu. Tapi nanti untuk uji beban kita yang menyiapkan dana. Belum tahu berapa nilainya yang jelas miliaran lah itu. Saya kira dana itu nanti diambil dari APBD-P,” ujar Zairin.

Ditemui terpisah, Kepala Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kaltim Taufik Fauzi menjelaskan, uji beban termasuk dalam satu paket dengan pengapian dan pemasangan railing jembatan. Setelah pengapian dan pemasangan railing rampung, barulah bisa dilakukan uji beban.

Uji beban akan dilakukan tim dari Kementerian PUPR, Komisi Keamanan Jembatan dan Terowongan (KKJT), dan profesional yang berkompeten. “Tapi kita fokus dulu bentang tengah dan selanjutnya pengapian dari sisi seberang dan kota,” tuturnya.

Secara fisik jembatan yang memiliki panjang 220 meter, lebar 16,9 meter, dan tinggi clearance vertikal 22 meter ini sudah menunjukkan progres matang. Hanya bentang tengah yang saat ini masih terus dikebut pengerjaannya. tb-com

Pos terkait