Ombak Tinggi, KM Kirana I Kembali ke Sampit

  • Whatsapp
iklan atas

SAMPIT/tabengan.com – Kondisi cuaca buruk yang melanda sejumlah perairan di Indonesia, termasuk di selatan Kalimantan Tengah membuat sejumlah jadwal pelayaran terganggu. Salah satunya pelayaran KM Kirana I dari Pelabuhan Sampit menuju Pelabuhan Tanjung Mas, Semarang.

Kapal yang mengangkut sekitar 220 penumpang tersebut sebelumnya sudah berlayar dari Sampit, Senin (21/1) malam, menuju Semarang. Namun karena ombak besar dan cuaca buruk, sehingga di tengah perjalanan memutuskan untuk kembali ke Pelabuhan Sampit, dan tiba di Pelabuhan Sampit, Rabu (23/1).

Kepala Kantor Syahbandar dan Otoritas Pelabuhan (KSOP) Sampit Thomas Chandra mengungkapkan KM Kirana I tujuan Semarang terpaksa putar haluan, karena ombak besar, dan kembali dengan selamat ke Pelabuhan Sampit. Saat itu kapal sudah berlayar sekitar 82 mil dari muara Sungai Mentaya dan tiba-tiba ombak besar menghantam kapal tersebut.

Otoritas kapal kemudian menginformasikan kepada seluruh penumpang untuk berlayar kembali ke Pelabuhan Sampit. Seluruh penumpang menyetujuinya, karena takut terjadi hal yang tidak diinginkan jika pelayaran dilanjutkan. “Semua penumpang selamat, dan 26 buah berbagai macam kendaraan juga aman,” jelasnya.

Disampaikan KSOP bahwa sebelum berangkat, kondisi cuaca masih aman untuk berlayar. Namun setelah berada di perjalanan, ternyata cuaca berubah dan ombak mencapai tinggi tiga meter.

“Keputusan nakhoda tersebut patut diapresiasi, karena demi keselamatan penumpang dan pelayaran, mereka harus kembali ke Pelabuhan Sampit, walaupun perjalanan sudah 82 mil dari muara Sungai Mentaya,” ungkapnya.

Dijelaskannya, apresiasi tersebut diberikan karena tidak jarang kapal meneruskan pelayarannya demi keuntungan perusahaan. Namun apa yang dilakukan oleh pihak KM Kirana untuk balik kembali, meskipun mengalami kerugian dapat menjadi contoh.

Saat ini, tambahnya, kondisi di Laut Jawa sedang mengalami ombak cukup tinggi, dan berbahaya bagi pelayaran baik kapal besar maupun kecil.

Sementara para penumpang yang akhirnya harus kembali ke Pelabuhan Sampit hampir semuanya sudah mengembalikan tiket mereka. Sebab keberangkatan tidak diketahui kapan kembali dilakukan. c-arb

iklan atas

Pos terkait

iklan atas