5 Desa di Barsel Minta Jaringan Listrik

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Sebanyak 5 desa di Kabupaten Barito Selatan (Barsel) meminta jaringan listrik kepada pemerintah dan PT PLN masuk ke wilayah itu. Padahal, mereka sudah menyampaikan proposal namun belum ada realisasi. Warga berharap 2019 ini usulan yang disampaikan direalisasi pemerintah.

Ke-5 desa tersebut adalah Lehai, Mangkatir, Kelanis, Damparan, dan Teluk Timbau, Kecamatan Dusun Hilir, Keinginan itu disampaikan masyarakat setempat kepada tim reses DPRD Kalteng dari Dapil IV, meliputi Kabupaten Murung Raya, Barito Utara, Barito Timur dan Barsel.

Bacaan Lainnya

Hal tersebut diungkapkan Anggota DPRD Kalteng dari Dapil IV H Abdul Hadi, saat dibincangi Tabengan, di gedung Dewan, Selasa (22/1).

Dijelaskan, pembangunan jaringan listrik itu menurut masyarakat bisa dilaksanakan dari Desa Tampu Langit, Kabupaten Barito Timur. Karena jarak desa menuju Lehai hanya sekitar 13km. Kemudian jika sudah tersambung ke Desa Lehai dilanjutkan kembali pembangunannya ke 4 desa lainnya yang jaraknya tidak begitu jauh.

Dari pemaparan masyarakat setempat, pihaknya sudah menyampaikan proposal usulan pembangunan ke pemerintah daerah bahkan ditembuskan ke DPRD Kalteng. Bahkan pihaknya dari DPRD Kalteng juga sudah menyampaikan masalah tersebut ke pihak Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Mereka sudah melayangkan propolsal dan disampaikan ke kita, dan usulan itu sudah kita sampaikan ke Distamben. Mudah-mudahan pemerintah bisa menanggapi hal ini, ini kepentingan masyarakat sudah berpuluh-puluh tahun menginginkan listrik ke Desa mereka,” terang legislator dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) ini.

Disampaikan, sebelumnya masyarakat di Desa Lehai dijanjikan ada masuk jaringan PLN ke desa mereka. Sehingg masyarakat setempat berlomba-lomba memasang instalatir di rumah masing-masing. Namun ternyata hal tersebut belum juga terwujud sampai sekarang.

“Mudahan 2019 bisa direalisasikan, beberapa tahun sebelumnya ada informasi bahwa akan masuk pembangunan jaringan listrik, sehingga mereka sudah memasang instalasi di rumah tapi tidak terwujud sampai sekarang,” pungkasnya. sgh

Pos terkait