Titin Bahagia Kembali ke Rumah

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Usai menjalani operasi bariatrik dan perawatan medis di RSUD Doris Sylvanus Palangka Raya, Titi Wati (37) kembali dibawa pulang ke rumahnya di Gang Bima Jalan G Obos XXV Kota Palangka Raya, Senin (21/1) sore. Raut wajahnya terlihat bahagia karena sudah pulang ke rumah.

Setibanya di rumah, wanita yang akrab dipanggil Titin itu pun disambut hujan deras. Belasan tim medis dan Tagana dengan cepat dan sigap menggotong Titin dengan tandu melewati jendela yang sudah dijebol sebelumnya, agar dapat masuk ke dalam rumah.

Bacaan Lainnya

Kasur besar sudah menantinya di rumah sebagai tempatnya berbaring. Sebelumnya, Titin hanya berbaring di lantai tanpa alas sama sekali. Setelah Titin berbaring di kasur barunya, pemeriksaan langsung dilakukan dokter dan tim medis untuk memastikan kondisi terakhir.

“Kondisinya stabil, yang krusial itu saat membawa dari rumah sakit menuju rumah. Yang perlu kita pantau tadi adalah kondisi sesaknya, nyeri luka pasca operasi, nadinya, kemampuannya untuk kontak,” jelas dokter anestesi dr. I Gede Koko yang memeriksa langsung kondisi Titin sesampainya di rumah.

Gede Koko menerangkan pasien selama di rumah sakit selalu dilatih untuk persiapan pasca operasi. Pasien sudah mulai terbiasa beradaptasi dengan kondisinya usai operasi.

“Selanjutnya kita akan adakan home visit nanti oleh tim dokter secara rutin untuk memantau kondisinya lagi,” katanya.

Sementara itu, Wakil Direktur RSUD Doris Sylvanus Theodorus Sapta Admaja mengatakan pemulangan Titin memerlukan koordinasi antarlintas sektor. Mengingat ketika berada di rumah, pasien memerlukan pendampingan baik dari Dinas Sosial, Dinas Kesehatan dan ahli gizi.

“Semuanya harus diperhatikan. Untuk itu penting adanya koordinasi lebih lanjut,” jelasnya.

Theodorus menyampaikan selama di rumah sakit pasien diberikan pendampingan gizi dan pola makan. Hal ini untuk menghindari gagalnya upaya operasi karena penanganan yang salah saat di rumah.

“Sambil berjalan kita juga melatih mobilitas pasien untuk mencegah kekakuan. Observasi selalu dilakukan, termasuk psikologis,” jelas Theo. fwa/yoh

Pos terkait