Sampah Sungai Martapura Seperti ‘’Penyakit’’

  • Whatsapp

BANJARMASIN/tabengan.com – Anggota legislator Kota Banjarmasin, Mathari menyoroti sampah di Sungai Martapura Banjarmasin seperti “penyakit” tahunan yang tidak kunjung disembuhkan, sebab selalu berulang terjadinya penumpukan besar.

Seperti saat ini, kata politisi PKS tersebut di gedung dewan kota, Senin, pemandangan sampah besar berupa eceng gondok, ranting dan batang kayu di sungai Martapura, khususnya di bawah jembatan Pasar Lama kembali terjadi.

Dikatakan dia, tumpukan sampah ini merupakan penyakit tahunan yang mesti harus segera ditanggulangi Pemkot Banjarmasin. Karena, lanjut dia, kondisi ini tidak hanya mencemari sungai, ini juga menjadi penghalang bagi warga yang menggunakan jalur sungai untuk melakukan aktivitas sehari-hari.

“Mestinya dinas terkait mempunyai langkah-langkah untuk menangani hal ini. Tiap tahun pasti begitu,” ujarnya.

Apalagi ucap Mathari, Pemkot Banjarmasin telah memiliki Kapal Sapu-sapu untuk membersihkan sungai dari sampah. Mestinya itu lebih dimaksimalkan. Kalapun sudah maksimal, maka perlu ada solusi lain untuk memecahkan masalah tersebut.

“Ini kan penyakit tahunan, carilah cara lain untuk mengantisipasinya,” ucapnya.

Mathari, berharap dinas terkait lebih gencar lagi melakukan antisipasi dini terhadap sampah kiriman dari hulu tersebut. Jangan sampai ini dijadikan alasan karena faktor alam. “Ya justru karena ini faktor alam dan terjadi tiap tahun, maka harus ditanggulangi,” cecarnya.

Ia pun mengatakan, kemungkinan kesulitan ruang gerak pemerintah dalam menanggulangi persoalan ini juga akibat dari adanya undang- undang yang mengatur tentang peleburan Dinas Sungai ke Dinas PUPR. “Inilah yang sangat kami sayangkan. Mestinya dalam mengambil kebijakan, itu harus disesuaikan dengan kebijakan lokal. Ada dialog antara daerah dan pusat. Apalagi Banjarmasin merupakan kota yang banyak memiliki sungai. Dinas Sungai sangat diperlukan,” jelasnya.

Dari pantauan tumpukan sampah masih memadati kolong jembatan Pasar Lama Banjarmasin. Dengan banyaknya sampah yang tertahan, sebagian alat transportasi sungai yang ingin melintas pun terganggu.

Sementara, petugas Kapal Sapu-sapu yang membersihkan sampah tersebut, harus berkali-kali mengangkut dan membersihkan lokasi tersebut. ant

Pos terkait