Ratusan Bayi di Tradisi Manuyang Anak

  • Whatsapp

SAMPIT/tabengan.com – Tradisi manuyang anak kembali digelar di Kota Sampit, Kabupaten Kotim, Kamis (6/12). Tahun ini, sebanyak 124 bayi diikutsertakan dalam agenda rutin Pemkab Kotim tersebut. Peserta berasal dari 4 kecamatan: Kota Besi, Seranau, Mentawa Baru Ketapang dan Baamang.

Wakil Bupati Kotim HM Taufiq Mukri mengatakan, jumlah peserta yang berpartisipasi dalam kegiatan manuyang anak kali ini meningkat dari tahun sebelumnya. Bahkan, panitia sampai memutuskan membatasi jumlah peserta yang ingin mendaftar.

“Dari tahun ke tahun peserta yang ikut kegiatan ini terus bertambah. Ini saja sampai panitia membatasi jumlahnya disesuaikan dengan kapasitas gedung,” kata Taufiq di lokasi kegiatan, di Gedung Serbaguna Sampit.

Kegiatan yang juga dikemas dengan acara peringatan Maulid Nabi Muhammad SAW itu, diharapkan mampu menjadi daya tarik para wisatawan baik lokal maupun dari luar untuk datang ke Kotim. Apalagi, Pemkab bertekad menjadikan Sampit sebagai kota tujuan wisata, sehingga ia meyakini event budaya itu dapat menjadi bagian promosi sektor wisata Kotim. Di samping pula bertujuan mengenalkan dan menjaga nilai-nilai tradisi agar tidak terberangus perkembangan zaman.

Lebih lanjut dijelaskannya, tradisi manuyang anak sudah turun-temurun dilakukan oleh kaum ibu dari zaman dahulu, terutama pada masyarakat Banjar. Ayunan sendiri terbuat dari tapih bahalai atau kain kuning yang ujung-ujungnya diikat dengan tali haduk. Ayunan ini biasanya digantungkan pada palang plafon di ruang tengah rumah.

Pada tali tersebut biasanya diikatkan buku surat Yassin, daun jariangau, kacang parang, katupat guntur, dengan maksud sebagai penangkal roh jahat atau penyakit yang mengganggu bayi. Posisi bayi yang diayun, ada yang dibaringkan, dan ada pula posisi duduk dengan istilah dipukung.

Mengayun anak ini ada yang mengayun biasa, dan ada yang sambil badundang. Mengayun biasa adalah mengayun dengan berayun lepas, sedang mengayun badundang ialah mengayun dengan memegang tali ayunan. Ketika menidurkan anak sang ibu sambil bernyanyi. Bernyanyi dengan suara merdu berayun-ayun. c-may

Pos terkait