Royalti Pertambangan Tembus Rp 1,8 Triliun

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Keinginan Gubernur Kalimantan Tengah Sugianto Sabran untuk terus meningkatkan Pendapatan Asli Daerah (PAD), termasuk dari sektor pertambangan sudah mulai terwujud.

Sejak menjabat awal tahun 2016, dimana royalti dari sektor pertambangan yang hanya sekitar Rp600 miliar lebih, kini tiap tahun menunjukkan kenaikan, bahkan sudah tembus Rp 1,8 triliun.

Hal ini tidak terlepas dari kerjasama Pemerintah Provinsi dengan pihak Kepolisian dan Kejaksaan dalam pengawasan dan penyelamatan sumber daya alam di Kalteng, khususnya di sektor pertambangan.

Di sisi lain, Gubernur Kalteng terus mendorong Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) untuk mengawasi keluarnya sumber daya mineral dari Kalteng ke luar daerah, sehingga target penerimaan dari sektor pertambangan dapat terpenuhi, bahkan terlampaui.

Hal tersebut dapat terlihat bahwa pada 2017 saja, royalti dari sektor Pertambangan atau Penerimaan Negara Bukan Pajak (PNBP) ke negara mencapai sebesar Rp 1,8 triliun atau melebihi 150 persen dari target yang ada.

“Alhamdulillah untuk royalty atau PNBP sektor pertambangan terus naik dan meningkat dari tahun ke tahun. Saat ini masuk November sudah di angka sekitar Rp 1,8 triliun, mudah-mudahan bisa tembus Rp 2 triliun,” ujar Sugianto, kemarin.

Hal tersebut, ujar Sugianto, berkat doa masyarakat Kalteng, kerjasama Kepolisian dan Kejaksaan dalam melakukan pengawasan, sehingga Pemprov Kalteng melalui Dinas ESDM melakukan pengawasan dengan baik.

Saat ini, baru memasuki akhir November 2018 saja, PNBP sudah mencapai angka Rp 1,8 triliun. Hasil ini sampai akhir 2018 diperkirakan bisa mencapai Rp 2 triliun. Tentunya ini juga akan meningkatkan PAD Kalteng dan daerah di Kalteng.

Karena dari hasil tersebut, pemasukan untuk Provinsi Kalteng sebesar 16 persen, Kabupaten penghasil sebesar 32 persen, sisanya Kabupaten/Kota dan Pusat sebanyak 20 persen.

Sementara itu, Kadis ESDM Provinsi Kalteng Ermal Subhan mengatakan, PNBP sektor tambang mengalami peningkatan yang cukup signifikan, dibandingkan tahun tahun sebelumnya.

Meski hal ini juga sangat tergantung dengan kondisi cuaca, namun pihaknya dari Dinas ESDM terus melakukan pemantauan dan pengawasan, baik melalui sistem online maupun turun langsung ke lapangan.

“Saat ini masih dilakukan pengawasan secara ketat, baik sistem online dan juga lapangan bersama instansi terkait. Kita pantau terus perusahaan yang melakukan aktivitas, agar mereka memenuhi kewajibannya,” ujar Ermal. dkw

Pos terkait