Gaya Milenial Asuh Anak

  • Bagikan

Tabengan.com – Tiap generasi memiliki pola asuh yang berbeda, termasuk generasi milenial yang kini memiliki pola asuh yang sangat berbeda dengan generasi sebelumnya.

Para orangtua pada generasi pendahulu milenial, dinilai cenderung fokus berlebihan terhadap anak dan punya peran besar dalam menentukan masa depan atau hal-hal yang dikonsumsi keturunan mereka.

Dalam Adweek tertera, milenial dibesarkan oleh orangtua yang mengadopsi gaya helicopter parenting. Orangtua mereka akan berupaya sedemikian rupa untuk dapat mengawasi tindak-tanduk si anak dan “membungkus” mereka dari macam-macam hal-hal yang dianggap menjatuhkan si anak.

Pola pengasuhan helicopter parenting, ternyata memiliki sejumlah konsekuensi negatif. Saat dewasa, tidak sedikit milenial yang mendapati kerumitan dalam ruang profesional dan kehidupan secara general.

Lain halnya dengan pola asuh milenial. Dengan adanya aneka macam pola asuh alternatif yang disajikan di media-media massa konvensional dan digital saat ini, pakem-pakem dalam membesarkan anak pun bergeser. Pun demikian dengan keterlibatan penuh orangtua dalam hidup anak, khususnya mereka yang masih duduk di bangku pendidikan dasar atau masih remaja. Gaya mendikte para orangtua dari milenial ditinggalkan. Kini, kolaborasi dengan anak menjadi tren dalam mengasuh anak bagi kaum milenial.

Pada masa generasi X, jamak ditemukan orangtua yang langsung memarahi anaknya saat berbuat salah, tanpa mau tahu terlebih dahulu penjelasan dari si anak dan melakukan pendekatan lain supaya anak jera. Kini, milenial punya pendekatan lain saat mendapati anak berbuat salah.

Kemunculan internet dalam kehidupan generasi milenial berperan besar terhadap gaya hidup mereka, mulai dari pilihan sumber informasi utama sampai bagaimana mereka menghabiskan pendapatannya. Internet mengambil porsi besar dalam sumber referensi mereka untuk mengasuh anak.

Orangtua sering browsing kalau anak ada gejala sakit atau semacamnya. Orangtua juga sering cari tahu dari internet soal cara menghadapi anak. Karena diyakin, bahwa setiap anak itu unik, referensi yang kami di dapat sebatas untuk mengetahui.

Informasi dari internet semacam tren fashion terkini memang menjadi salah satu acuan ibu-ibu milenial Indonesia ketika membeli produk anak. Perilaku membelikan pakaian anak dipengaruhi tren dalam dunia hiburan. Misalnya, ketika sedang ada demam drama Korea, ibu milenial ingin membelikan pakaian sesuai tren Korean wave untuk anaknya.

Di samping itu, temuan di sana juga menunjukkan, bahwa ibu-ibu milenial memiliki kecenderungan pembelian barang-barang secara impulsif. Ada yang lebih menganggarkan dana belanja kebutuhan penampilan anak lebih banyak dibanding untuk kebutuhan penampilan pribadi.t-id

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.