Banjir Masih Rendam Jalur Trans Kalimantan

  • Bagikan

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Jalan Trans Kalimantan Km 13, Desa Penda Barania, Kecamatan Kahayan Tengah, Kabupaten Pulang Pisau, yang menghubungkan Kota Palangka Raya dengan 6 kabupaten dan Provinsi Kalimantan Selatan, kembali terendam banjir. Banjir sudah menggenangi ruas jalan selama 3 hari terakhir, sejak Kamis (22/11).

Tim Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Pulang Pisau Marto mengatakan, air yang merendam Jalan Trans Kalimantan tersebut belum akan surut hingga beberapa hari kedepan, apalagi jika intensitas hujan semakin tinggi akan memperparah banjir.

“Kalau curah hujan berhenti, kemungkinan dalam 3 hari air akan surut. Namun intensitas hujan saat ini masih tinggi, kondisi ini akan bertahan hingga berminggu-minggu. Kemungkinan bisa lebih parah dari kondisi sekarang,” ujar Marto.

Dijelaskan, banjir selain berada di Desa Penda Barania juga merendam Desa Tanjung Senggalang. Air yang merendam kedua desa tersebut merupakan kiriman dari Kecamatan Banama Tingang. Hal tersebut merupakan data yang dihimpun Tim BNPB Pulpis saat melakukan monitoring debit air di daerah tersebut.

Lebih lanjut Marto mengatakan, jika kondisi banjir yang terjadi belum menunjukkan tanda-tanda akan surut. Kondisi itu ditandai dengan meningkatnya jumlah debit air yang diukur dari patok BNPB yang berada di Desa Tanjung Senggalang. Kondisi debit air meningkat dari 60 cm menjadi 72 cm hanya dalam hitungan jam.

“Kami Tim BNPB Pulang Pisau dibantu TNI dan Polri membuat posko untuk monitoring ketinggian air sekaligus arus lalu lintas di ruas jalan yang tergenang air,” jelas Kepala Bidang Pemadam Kebakaran BNPB Pulang Pisau tersebut.

Pantauan Tabengan hingga Minggu (25/11), banjir di Jalan Trans Kalimantan dekat Desa Bukit Rawi, Kecamatan Kahayan Tengah masih terbilang aman, meskipun air semakin naik sedikit demi sedikit. Kondisi lalu lintas masih terlihat lancar, dikarenakan deretan kendaraan yang harus perlahan menembus banjir tersebut.

“Dari pengamatan kami 3 hari ini, hari Jumat (23/11) sore sampai sekarang Minggu, masih biasa saja kondisi lalu lintasnya, lancar saja dan belum ada kemacetan parah yang terjadi,” terang anggota Polsek Kahayan Tengah Briptu Alfy S Sipet.

Alfy juga mengatakah, sejak Jumat sore lalu BNPB sudah sudah mendirikan tenda untuk posko pengamanan bencana banjir. Sementara ini personil dari Kepolisian berjumlah 4 orang, Koramil 1 orang, BNPB 4 orang dan semuanya bergantian.

Semua personil ditugaskan melakukan pemantauan arus lalu saja, karena banjir belum separah beberapa bulan lalu yang sempat mengakibatkan macet beberapa kilometer. Pemberian tanda berupa tali juga sudah dilakukan untuk mempermudah pengguna jalan agar tidak masuk ke lubang. “Pemasangan tali pengaman sudah dilakukan, tapi hari ini sudah hilang mungkin disebabkan angin atau terserempet kendaraan. Tali yang dipasang memang hanya dipasang di ranting dan kurang kuat,” imbuhnya.

Beberapa kendaraan roda dua, khususnya pengendara yang tidak terlalu hafal kondisi jalan sering terperosok ke lubang yang agak dalam hingga mengakibatkan motor menjadi mogok.

“Tadi saya masuk ke lubang karena belum hafal jalan dan memang tidak ada tanda pembatas supaya kami tau harus lewat sebelah mana” ujar Mina (45), pengendara motor yang mogok.

Selain Mina ada juga kendaraan roda dua yang masuk ke lubang, karena menghindari mobil yang melaju terlalu kencang saat menerjang banjir. Hal tersebut mengakibatkan setengah ban depan kendaraannya hingga mesin terendam air dan hampir jatuh.

“Saya menghindari mobil yang laju tadi, makanya saya banting ke kiri tapi malah masuk lubang dan jadi mogok motor saya,” ungkap pengendara motor, Tony (35).

Tony berharap petugas yang menjaga arus lalu lintas juga memberikan pengarahan, agar mobil maupun truk yang melintas tidak terlalu laju dan memberitahu pengendara motor agar melewati sisi jalan yang aman dari lubang.

Bangun Jembatan
Sementara, anggota DPRD Provinsi Kalteng Elisa Lambung mengatakan, jika pemerintah telah berencana untuk membangun jembatan guna mengatasi masalah banjir tahunan tersebut.

“Ini sudah disampaikan Bapak Gubernur beberapa waktu lalu. Kami akan siapkan anggaran membangun jembatan untuk mengatasi banjir yang tiap tahunnya terjadi. Rencananya akan dibangun seperti di Tumbang Nusa,” kata Elisa Lambung.

Elisa menambahkan, bahwa pembangunan jembatan tersebut merupakan alternatif mengatasi banjir dan juga kondisi jalan yang sering rusak akibat banjir. Kemudian anggaran untuk pembangunan jembatan dan akan dibackup oleh dana APBD dan APBN.

“Pak Gubernur sudah prihatin dengan kondisi jalan yang seperti ini. Kalau hanya menyiapkan anggaran untuk memperbaiki saja, saya rasa itu hanya buang-buang anggaran saja. Jadi disini harus dibangun jembatan, dan itu akan dipercepat dengan bantuan dari APBD dan APBN,” tuturnya.fwa/yoh

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *