Banjir Banama Tingang Surut

  • Bagikan

PULANG PISAU/tabengan.com – Banjir kiriman akibat meluapnya Daerah Aliran Sungai (DAS) Kahayan di wilayah Kecamatan Banama Tingang, yang sempat merendam sejumlah desa di wilayah tersebut pada Selasa (20/11) lalu, kini berangsur surut.

Camat Banama Tingang Sem Hirawan Bodoi saat dikonfirmasi Tabengan, Rabu (21/11) mengatakan, saat ini hanya di Desa Tanjung Sanggalang yang masih ada genangan, sementara desa lainnya sudah kering.

“Kejadian Ini sudah jadi fenomena biasa setiap tahun, akibat tingginya curah hujan di wilayah hulu, sehingga mengakibatkan air Sungai Kahayan meluap. Tapi kondisi hari ini sudah surut,” tegas Sem Bodoi.

Walaupun banjir sudah surut, Sem tetap mengimbau agar warganya tetap waspada terhadap banjir kiriman yang kemungkinan akan datang sewaktu-waktu, apabila terjadi curah hujan yang tinggi di wilayah hulu.

“Warga sudah kita imbau untuk tetap waspada. Tetapi untuk kita disini, banjir seperti ini sudah jadi fenomena bisa setiap tahunan,” ungkapnya.

Sebelumnya, wilayah Kecamatan Banama Tingang dilanda banjir musiman akibat meluapnya Sungai Kahayan.

Akibat luapan DAS Kahayan tersebut sejumlah desa yang ada di kecamatan tersebut mengalami banjir dengan debit air cukup tinggi.

Kapolsek Banting, Ipda Ivan Danara Oktavian S.Tr.K mengatakan, berdasarkan hasil pengecekan pihaknya didapati bahwa debit air mengalami kenaikan merata di desa yang mengalami banjir.

“Ada 8 Desa yang tergenang banjir yang rata-rata debit air mencapai 30-35 cm, itu artinya debit air mengalami kenaikan merata hingga 5 cm. Untuk desa yang mengalami banjir musiman, yaitu Desa Pahawan, Tambak, Ramang, Hanua, Hurung, Lawang uru, Tangkahen dan Kasali,” kata Ipda Ivan Damara, kepada sejumlah awak media, Selasa (20/11) lalu.

Diungkapkannya, sampai dengan saat ini debit air di beberapa Desa tersebut masih mengalami kenaikan. Perkembangan situasi banjir akan terus dilakukan pengecekan dan monitor setiap hari oleh Polsek Banama Tingang dengan melibatkan seluruh fungsi Polsek Banama Tingang.

“Kami juga sudah menyampaikan imbauan kepada masyarakat menjaga dan mengawasi anak-anak agar tidak bermain di sekitar banjir yang airnya mulai meningkat guna menghindari hal-hal yang tidak diinginkan,” imbaunya.

Dia menambahkan, akibat banjir tersebut sampai saat ini ada sejumlah fasilitas umum dibeberapa desa yang mengalami kebanjiran tidak dapat beroperasi, seperti sekolah dan Puskesmas Pembantu (Pustu). Meski demikian, kegiatan Pustu dapat beroperasi di rumah Bidan setempat.

“Untuk akses jalan penghubung Trans Palangka Raya-Kuala Kurun sampai saat ini masih lancar, karena sebagian berada di dataran tinggi,” terangnya.c-ger

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *