Buaya Besar Gegerkan Warga Sungai Arut

  • Bagikan

PANGKALAN BUN/tabengan.com – Senin (19/11) sore, warga yang tinggal di sepanjang bantaran Sungai Arut Kelurahan Mendawai dan Mendawai Seberang, Kecamatan Arut Selatan, Kabupaten Kotawaringin Barat, kembali digegerkan oleh hewan predator berukuran besar yang muncul ke permukaan air di tengah Sungai Arut.

Irawan, warga yang sempat merekam kejadian munculnya buaya berukuran besar dan panjang itu menjelaskan, buaya tersebut muncul ke permukaan sekitar 30 detik saja. Dan, jika dilihat panjangnya mencapai 6 meter. Dengan munculnya buaya tersebut, otomatis membuat geger warga yang selalu beraktivitas di sepanjang bantaran Sungai Arut.

“Kami juga kaget, tiba-tiba muncul itu benda (sebutan untuk buaya), memang tidak lama sekitar 30 detik, di sekitar tengah sungai dan ke arah Mendawai Seberang, setelah itu menghilang,” kata Irawan.

Dia menambahkan, warga menduga kemunculan buaya ini sama dengan buaya yang muncul pada Senin (8/10) sekitar 17.30 WIB lalu, di dekat lanting RT.11B Kelurahan Mendawai.

“Kemungkinan sama dengan yang bulan lalu, ada dua kali muncul bulan lalu di sekitar tongkang PT Korindo dan di belakang lanting warga,” ujarnya.

Kemunculan buaya ini juga menjadi tontonan warga sekitar bantaran Sungai Arut. Irawan berharap petugas BKSDA bisa mengevakuasi buaya tersebut untuk direlokasi ke tempat lain, sehingga warga merasa aman beraktivitas. “Ramai ditonton dan disoraki warga jadi sebentar saja munculnya,” pungkasnya.

Kepala BKSDA Seksi Konservasi Wilayah (SKW) II Pangkalan Bun Agung Widodo ketika dikonfirmasi Tabengan via telepon seluler mengatakan, begitu mendapatkan laporan dari warga dan melihat video yang viral di media sosial, pihaknya langsung turun ke lapangan. Dia pun membenarkan adanya kemunculan buaya jenis muara itu.

“Kami telah memasang alat perangkap dengan umpannya juga kita pasang. Kami belum bisa memastikan berapa ukurannya, tetapi kalau saya lihat dari video itu diperkirakan berukuran 4 meter, nanti setelah masuk perangkap baru bisa kita ukur dan kita timbang,” kata Agung Widodo, Selasa (20/11).

Dia menambahkan, jika buaya itu nanti masuk perangkap akan diamankan ke tempat yang lebih aman dan jauh dari pemukiman penduduk.

“Tempat yang paling aman di Sungai Buluh yang ada di sekitar kawasan Taman Nasional Tanjung Puting. Selain memang jauh dari pemukiman penduduk juga lewat laut, sehingga sangat tidak memungkinkan buaya itu akan kembali lagi,” ujar Agung Widodo.c-uli

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *