Penjaga Museum “Perang” dengan Kucing

  • Bagikan

ONIMICHI/tabengan.com – Museum Kota Onimichi di Hiroshima, Jepang Selatan telah terlibat dalam sebuah perseteruan dengan beberapa kucing selama sekira dua tahun. Museum tersebut melaporkan proses perang yang tengah terjadi itu melalui akun twitternya.

Video “perang” yang di-posting oleh akun twitter resmi museum telah dibagikan puluhan ribu kali dalam beberapa pekan terakhir telah mengumpulkan jutaan penonton.

Rekaman itu menunjukkan dan beberapa ekor kucing yang berusaha masuk melalui pintu depan museum dan penjaga museum yang menolak memberikan jalan masuk. Kedua belah pihak saling berhadapan tanpa ada yang mau mengalah sehingga menyebabkan kebuntuan.

Diwartakan Daily Mail, Senin (19/11), dua kucing paling terkenal, seekor kucing berbulu kemerahan yang diberi nama Go dan seekor kucing hitam bernama Ken telah muncul dalam video di Twitter tersebut selama beberapa bulan. Tetapi hubungan antara penjaga museum dan kucing-kucing tersebut telah berlangsung selama beberapa tahun.

Posting mengenai kucing-kucing tersebut pertama kali muncul di Twitter museum pada akhir 2015, sebagai upaya museum untuk mendapatkan lebih banyak pengikut di media sosial.

Museum pertama kali mulai mem-posting secara teratur tentang kucing-kucing lokal itu pada akhir 2015 dalam upaya untuk mendapatkan lebih banyak follower di media sosial.

“Kucing dari restoran sebelah sedang beristirahat di museum hari ini, “ demikian posting pertama yang diunggah museum pada Oktober 2015.

Mamalia itu menjadi fitur yang muncul rutin muncul di toko cinderamata dalam bentuk kartu, lencana dan payung yang dibuat oleh seniman lokal. Cinderamata tersebut mulai dijual pada 2016 saat museum menggelar festival bertemakan kucing.

Tetapi beberapa bulan kemudian para kucing menyerbu museum sehingga pada 2016 museum melarang kucing untuk masuk.

‘Kucing itu nakal kepada staf karena meminta pintu belakang museum,’ tulis sebuah posting museum pada Juni 2016.

Seiring berjalannya waktu, “perang” antara para kucing dengan penjaga museum semakin sering terjadi dan museum mulai menjual lebih banyak cinderamata kucing.

Museum bahkan mengabadikan Go dan Ken dengan sebuah tas khusus yang menggambarkan pasangan kucing yang melambangkan yin dan yang.

Namun pertempuran terus berlangsung. Para kucing terus berusaha masuk sementara para penjaga keamanan terus mengusir mereka. Sama seperti pasang surut dan terbit tenggelam matahari, kedua sisi dari kisah ini akan terus memainkan peran mereka. Kecuali kalau ada yang menyerah.o-zon

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *