Generasi Millennial Dominasi Tempat Kerja

  • Bagikan

Tabengan.com – Saat ini generasi milenial tengah mengguncang dunia kerja, dan tidak ada yang dapat menghentikan mereka. Sebelumnya, siapa yang dapat membayangkan sebuah kantor tanpa meja kerja khusus, yang dilengkapi dengan fasilitas komunikasi suara dan video instan yang terhubung dengan rekan kerja di ujung dunia yang lain.

Seiring berkembangnya pengalaman pengguna (end user) yang mendorong kebutuhan akan perusahaan enterprise yang lebih cepat dan cerdas, kaum digital saat ini lebih menekankan, bahwa mengintegrasikan teknologi terbaru di tempat kerja adalah cara kerja yang terbaik.

Nah, generasi milenial dapat menjadi komponen demografi yang bekerja paling serius di angkatan kerja masa kini. Syaratnya, mereka diberi tempat kerja yang cocok dengan kebutuhan mereka.

Dengan bertambahnya jumlah milenial di angkatan kerja dan menurunnya tren loyalitas kerja, inilah saatnya perusahaan-perusahaan (yang akan menjadi rumah bagi lebih dari separuh milenial di dunia) memikirkan kembali model bisnisnya agar tetap menarik bagi karyawan-karyawan terbaik mereka.

Apa tolok ukur perusahaan dalam merancang tempat kerja masa depan?

Pertama, terhubung, berkolaborasi, dan taklukkan (connect, collaborate and conquer) . Komunikasi real-time. Kutipan penting. Wawasan yang cepat ditindaklanjuti.

Generasi milenial ingin melakukan banyak hal dalam waktu yang sesingkat mungkin. Mereka menuntut umpan balik dua arah sesegera mungkin. Mereka ingin bisa langsung terhubung, terlibat, dan berkolaborasi. Mereka membutuhkan aplikasi-aplikasi cepat dan cerdas yang dapat melakukan komunikasi instan tanpa harus berkutat di dalam jaringan internal.

Kedua, di mana saja. Kapan saja. (Anywhere. Anytime) . Pada prinsipnya, generasi milenial tidak bisa dan mau diikat. Mereka kerap mengatur ulang aktivitas harian mereka seketika dan memiliki jadwal yang berubah-ubah. Berdayakan mereka dengan akses terhadap informasi sehingga mereka dapat bekerja saat bepergian, setiap saat sepanjang hari.

Ketiga, Device athon. Semakin banyak perangkat, semakin baik. Kaum milenial selalu ingin menghasilkan output (hasil kerja) maksimal dengan jumlah input yang paling sedikit serta terus-menerus menggunakan beberapa perangkat berbeda untuk mencapai hal tersebut.

Mereka menerima batasan yang kabur antara kehidupan pribadi dan pekerjaan profesional saat mereka menggunakan gadget yang sama untuk kedua aspek tersebut.

Keempat, serba cepat (need for speed). Tidak ada yang terlalu cepat bagi para pekerja milenial. Definisikan ulang batas (perimeter) keamanan di semua aplikasi dan perangkat agar proses pemindaian keamanan yang lamban dan pelanggaran yang mengganggu tidak berdampak (menghilangkan) momentum mereka. Generasi milenial ingin yang serba cepat.

Kelima, Cloud-high . Di era sensor yang kurang ketat dan kebebasan informasi saat ini, kaum milenial yang berpikiran terbuka tidak hanya mengkonsumsi data dalam jumlah besar, tapi juga senang berbagi dan menyimpan informasi.

Keenam, dominasi generasi milenial di dunia kerja telah dimulai. Meski posisi manajemen senior yang diperolehnya kian meningkat, mereka tetap menginginkan fleksibilitas untuk dapat membuat keputusan bisnis di mana pun mereka berada, baik itu ruang rapat atau di kamar tidur.b-com

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *