Duo Maling Terkapar Ditembak

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Rahmadi alias Madi (35), warga Jalan Riau dan Hendro (27), warga Jalan Bukit Raya, Palangka Raya terkapar usai kakinya tertembus peluru panas petugas. Dua maling pelaku pencurian ini terpaksa diberikan tindakan tegas setelah berupaya melawan saat hendak ditangkap, Jumat (16/11).

Kapolres Palangka Raya AKBP Timbul RK Siregar mengatakan, kedua pelaku ditangkap atas dasar laporan masyarakat dan hasil penyelidikan petugas gabungan. Untuk diketahui Rahmadi merupakan spesialis pencurian dengan pemberatan (curat), sedangkan Hendro pencurian kendaraan bermotor.

Bacaan Lainnya

“Benar kita amankan dua pelaku, satu curanmor dan satu curat. Kita juga amankan barang bukti laptop dan sepeda motor. Kita lumpuhkan secara tembakan terukur karena melakukan perlawanan dan perbuatan pelaku sudah meresahkan masyarakat,” tegasnya.

Timbul menyampaikan penangkapan ini merupakan bentuk respon cepat jajaran kepolisian dalam hal menindaklanjuti laporan masyarakat. Yakni mengungkap kasus kejahatan yang ada di Palangka Raya.

”Kita ungkap berkat informasi masyarakat dan penyelidikan mendalam personel di lapangan. Masih diakui pelaku baru satu kali beraksi dan barang bukti sudah dijual kepada orang lain. Ini masih kita kembangkan untuk ditindaklanjuti,” ucapnya.

Timbul membeberkan pencurian dengan pemberatan terjadi bulan kemarin dan curanmor terjadi 13 November lalu. “Kita amankan dan sudah diproses sesuai aturan hukum berlaku. Saya harap dengan kejadian semua waspada dan kami berharap warga waspada. Intinya kami akan terus mengungkap kasus kejahatan dan bertindak tegas,” pungkasnya.

Sementara itu, Madi mengungkapkan, dirinya melakukan kejahatan karena kepepet ekonomi dan sudah berulang kali. Ia mengaku menyesal dan menggunakan uang hasil penjualan untuk memenuhi kebutuhan hidup dan berfoya-foya.

“Salah satunya untuk menyewa PSK,” ucapnya sambil sambil menahan sakit.

Di lokasi sama, Hendro juga mengaku, mencuri sepeda motor untuk dipakai sendiri. Motor yang ia curi pun milik temannya sendiri.

“Ampun pak, saya tobat dan janji tidak mencuri lagi. Semua saya lakukan untuk mencukupi kebutuhan hidup dan baru sekali saya mencuri,” ucapnya singkat. fwa

Pos terkait