Intensitas Hujan Tinggi, Saluran Irigasi Primer Sekata Juri Ambruk

  • Bagikan

KUALA KURUN/tabengan.com – Intensitas hujan cukup tinggi melanda kawasan Kabupaten Gunung Mas (Gumas) mengakibatkan saluran irigasi primer yang mengairi kawasan persawahan Sekata Juri Kuala Kurun ambruk, Senin (12/11) lalu.

Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kabupaten Gumas menargetkan membuat saluran darurat, dan selesai paling lambat satu minggu.

”Selain intensitas hujan yang tinggi, ambruknya saluran irigasi primer ini dikarenakan faktor umur yang sudah mencapai 23 tahun” terang Kepala DPU Kabupaten Gumas Champili melalui Kabid Sumber Daya Air Simpei Menteng, usai meninjau saluran irigasi, Selasa (13/11).

Ia mengatakan, sejak dibangun pada tahun 1995 lalu, saluran irigasi primer tersebut memang belum dilakukan perbaikan. Hal inilah yang menjadi salah satu faktor ambruknya saluran irigasi yang mengairi persawahan di kawasan Sekata Juri tersebut.

Penanganan sementara akan segera dilakukan terkait ambruknya saluran tersebut, yakni dengan membuat talang atau saluran untuk mengalirkan air, yang sifatnya darurat. Guna membuat talang atau saluran darurat itu, diperkirakan memakan waktu paling cepat tiga hari dan paling lambat satu minggu, dengan dana Rp 150 juta-200 juta.

Mengenai pembangunan saluran irigasi primer secara permanen, nantinya akan usahakan pada tahun 2019, yang menggunakan Dana Alokasi Khusus (DAK) dari Pemerintah Pusat sebesar Rp 300 juta.

”Secepat mungkin kita akan segera mengumpulkan bahan-bahan, seperti kayu dan menimbun tanah untuk membuat saluran darurat itu,” terangnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kabupaten Gumas Kardinal berharap agar DPU segera memperbaiki saluran irigasi primer itu. Jika tidak secepatnya ditanggulangi, maka akan berpengaruh pada hasil tanaman padi para petani di kawasan persawahan Sekata Juri pada Musim Tanam (MT) Oktober-Maret (Okmar).

Saluran irigasi primer sangat penting bagi para petani, karena mengairi 200 hektare lahan sawah di kawasan Sekata Juri.

”Untungnya sampai sekarang belum ada keluhan dari para petani terkait ambruknya saluran irigasi tersebut, karena mereka terbantu dengan hujan yang terus menerus mengguyur Kota Kuala Kurun,” tandasnya.c-gcm

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *