Demo Batal, Kepsek SMAN 1 Pangkalan Bun Mundur

  • Bagikan

PANGKALAN BUN/tabengan.com – Rencana aksi demo yang akan dilakukan simpatisan SMAN 1 (Smansa) Pangkalan Bun, Kabupaten Kotawaringin Barat dengan tajuk “Aksi Bela Smansa 1211” atas keresahan mengenai sikap dan perilaku Kepala Sekolah (Kepsek) SMAN 1 Pangkalan Bun, berbuntut pengunduran diri Ujang Sukirman sebagai Kepsek SMAN 1 Pangkalan Bun.

Bahkan dengan adanya masalah itu, Gubernur Kalteng Sugianto Sabran pun langsung mengutus Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalteng Dr H Slamet Winaryo MSi untuk menyelesaikan permasalahan tersebut agar provinsi bisa mengambil langkah selanjutnya.

Pantauan Tabengan, di SMAN 1 Pangkalan Bun, Senin (12/11), meski tidak terjadi aksi demo, namun suasana sekolah agak hening. Para siswa dan siswi melakukan aktivitas seperti biasa, yang sebelumnya dilakukan upacara dipimpin Rahmad Trisdjanto, Kasubag Tugas Pembantuan Disdik Kobar.

Kepala Dinas Pendidikan Provinsi Kalteng Slamet Winaryo mengatakan, dengan kejadian tersebut dirinya diperintahkan pimpinan agar memberikan solusi, sehingga kegiatan sekolah berjalan seperti biasa.

“Kami diperintah Gubernur untuk mencari solusi mengatasi masalah ini, karena Gubernur begitu memerhatikan kualitas pendidikan, termasuk pembentukan karakter di sekolah dan guru-gurunya juga. Kami hadir agar sekolah kembali normal, anak-anak bisa dengan tenang belajar, termasuk guru-guru pun bisa melaksanakan tugasnya, dan orangtua pun merasa aman ketika anaknya berada di sekolah ini,” kata Slamet.

Mengenai masalah pengunduran diri Kepsek SMAN 1 Pangkalan Bun, jelas Slamet, itu merupakan sikap yang baik demi kebaikan dunia pendidikan di Kalteng, bukan karena suatu desakan. Namun, pihaknya pun tetap akan memproses sesuai dengan aturan yang ada, saat ini pihaknya tengah mengumpulkan bahan di lapangan dan mengembalikan kondisi sekolah agar tetap bisa melaksanakan proses belajar mengajar seperti biasa.

“Percayalah, kami akan berlaku adil, karena kami pun menekankan guru-guru di Kalteng ini agar memiliki karakter yang baik dan bisa membawa marwah wibawa yang baik. Sebab, guru harus bisa menjadi orangtua, sahabat dan teman yang baik agar tercipta pembentukan karakter yang baik kepada semua siswa-siswi se-Kalteng. Kami jamin semua guru atau kepala sekolah se-Kalteng tidak ada yang berkarakter yang tidak baik,” tegasnya.

Terkait pendampingan bagi siswa yang menjadi korban pelecehan, kata Slamet, pihaknya telah meminta bantuan kepada Dinas Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak agar memberikan pembinaan dan penguatan kepada korban, sehingga tidak ada beban psikis maupun mental agar para korban kembali semangat untuk belajar dan ke sekolah. c-uli

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *