Hari Besar Keagamaan, Dewan Imbau Jangan Ada Pemadaman Listrik

  • Bagikan

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Sejumlah pemadaman bergilir yang sering terjadi belum lama ini mendapat sorotan dari kalangan DPRD Kalteng. Salah satunya dari Ketua Fraksi Kebangkitan Bangsa dan Persatuan Pembangunan (FKBPP) HM Asera yang berharap jangan sampai ada pemadaman bergilir menjelang hari besar keagamaan. “Kita harapkan agar PLN tidak melaksanakan pemadaman bergilir jelang hari besar keagamaan terlebih dengan alasan pemeliharaan jaringan atau perbaikan,” ujarnya kepada awak media ketika ditemui di ruang kerjanya, belum lama ini.

Pasalnya di saat-saat seperti itu, masyarakat jelas sangat membutuhkan aliran listrik.

Dirinya menyarankan agar jajaran PLN bisa melaksanakan aktivitas pemeliharaan ketika tidak di saat-saat jelang hari raya keagamaan. Tujuannya agar tidak mengganggu sejumlah aktivitas atau persiapan, dalam melaksanakan ibadah baik bagi umat Kristen, Islam, Katolik, Hindu, Buddha, dan sebagainya.

Wakil rakyat dari Dapil V yang meliputi Pulang Pisau dan Kapuas itu mengingatkan agar jajaran tersebut bisa terus meningkatkan pelayanan kepada masyarakat dengan sebaik-baiknya.

Asera juga menilai pelaksanaan pemeliharaan jaringan, tentunya memiliki pendanaan dalam kegiatan.

Untuk itu penentuan waktu untuk masa perbaikan ataupun pemeliharaan bisa diatur tidak ketika masa-masa penting semacam itu. Yang penting, ucap dia, jangan mengganggu umat atau masyarakat yang ingin merayakan hari besarnya. “Kami harapkan ini menjadi perhatian yang sebesar-besarnya kepada jajaran PLN. Ditahun ini listrik bisa menyala dalam mendukung aktivitas masyarakat jelang hari besar keagamaan,” kata Wakil Ketua Komisi B yang membidangi energi, pertambangan, kehutanan, perkebunan, dan lainnya.

Selain itu pria yang dikenal akrab dengan masyarakatnya itu berharap agar PLN bisa terus meningkatkan pengawasan dan pemeliharaan di lapangan. Salah satu persoalan penting yang menjadi sorotan adalah tiang utama atau SUTT yang merupakan jaringan penghubung antar provinsi.

pengecekan tiang secara intens harus dilakukan dalam upaya mencegah hal serupa terjadi kembali.

PLN harus mengawas lebih rutin. Kalau itu dilakukan dengan baik, maka para petugas mampu mengidentifikasi titik mana yang perlu perbaikan.

Jadi dengan begitu tidak ada potensi mengalami ambruk atau roboh.

Asera menilai kurangnya pengawasan terhadap komponen ataupun tiang-tiang tersebut menjadi penyebab ambruknya jaringan listrik yang dianggap penting tersebut. Apalagi beberapa kawasan SUTT berair, sehingga berdampak pada besi yang karatan. “Ini yang harus jadi perhatian. Kita di Kalteng yang memiliki sumber energi batu bara, selalu bermasalah dengan pemadaman bergilir. Kondisi itu kadang terjadi jelang hari hari besar, di mana pemeliharaan rutin jadi alasan untuk itu. Bahkan persoalan tiang roboh juga kerap terjadi,” ujarnya mengakhiri.drn

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.