Transportasi Laut Didominasi Kumai, Udara Terbanyak Via Tjilik Riwut

  • Bagikan

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Arus transportasi udara dan laut di Kalteng, terus bergerak. Frekuensi kunjungan kapal laut mengalami kenaikan 4,74 persen, dari 717 kunjungan pada Agustus 2018 menjadi 751 kunjungan pada September 2018. Kenaikan frekuensi kunjungan ini diikuti dengan meningkatnya arus lalu lintas barang (4,56 persen), terutama pada volume bongkar barang (64,88 persen). “Namun demikian, kenaikan kunjungan kapal tersebut relatif tidak berdampak pada seluruh aktivitas penumpang yang justru merosot (27,94 persen) dibandingkan bulan sebelumnya,” kata Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Kalteng Hanif Yahya, baru- baru ini.

Hanif mengatakan, penurunan juga terjadi pada volume muat barang 11,32 persen. Penurunan aktivitas penumpang yang cukup tinggi sebenarnya sudah terjadi sejak Agustus 2018 sebanyak 64,04 persen. “Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, kenaikan frekuensi kunjungan kapal 4,87 persen diikuti bertambahnya aktivitas penumpang 7,22 persen dan volume bongkar/muat barang 5,67 persen selama Januari- September 2018,” katanya.

Sementara itu, Pelabuhan Kumai dan Sampit masih mendominasi layanan arus lalu lintas penumpang dan barang dari waktu ke waktu. Selama beberapa bulan terakhir, jumlah aktivitas penumpang melalui pelabuhan Kumai selalu lebih tinggi dibandingkan Sampit. “Selama September 2018, aktivitas penumpang terkonsentrasi di dua pelabuhan utama yakni Kumai 68,27 persen dan Sampit 31,73 persen,” ujarnya.

Sedangkan lalu lintas bongkar/muat barang relatif lebih menyebar di beberapa pelabuhan, meliputi Sampit 52,26 persen, Kumai 36,81 persen, Pulang Pisau 6,70 persen, dan pelabuhan lainnya 4,23 persen. Sementara Frekuensi penerbangan pesawat udara menurun 2,73 persen, dari 2.052 kali penerbangan pada Agustus 2018 menjadi 1.996 kali penerbangan pada September 2018.

“Penurunan ini diikuti berkurangnya jumlah aktivitas penumpang 6,58 persen, yang terdiri dari penumpang datang 2,73 persen dan penumpang berangkat 10,46 persen. Penurunan yang lebih tinggi terjadi pada lalu lintas barang 22,18 persen, yang terdiri dari volume bongkar barang 25,77 persen dan muat barang 13,58 persen,” paparnya. Dibandingkan periode yang sama tahun lalu, terjadi lonjakan kenaikan frekuensi penerbangan selama Januari-September 2018 sebesar 11,46 persen, diikuti bertambahnya jumlah aktivitas penumpang 18,22 persen dan volume bongkar/muat barang 19,73 persen. “Meningkatnya aktivitas penumpang, berasal dari penumpang datang 16,81 persen dan penumpang berangkat 19,69 persen,” imbuhnya.

Sedangkan kenaikan lalu lintas barang dipengaruhi oleh volume bongkar barang 21,67 persen dan muat barang 16,30 persen. Proporsi tertinggi layanan terhadap penumpang selama September 2018 masih didominasi Bandara Tjilik Riwut mencapai 84.797 orang 50,34 persen. “Dominasi layanan Tjilik Riwut juga mencakup lalu lintas barang yang mencapai 1.099 ton (55,93 persen),” ucapnya.

Disamping itu, Tingkat preferensi penumpang yang masih cukup tinggi berasal dari Iskandar Pangkalan Bun yakni 55.101 orang (32,71 persen) dan oleh H. Asan Sampit berjumlah 27.864 orang (16,54 persen). “Sementara itu, layanan lalu lintas barang terutama melalui Iskandar Pangkalan Bun berjumlah 565 ton (28,75 persen) dan H. Asan Sampit berjumlah 296 ton (15,06 persen),”pungkasnya. m-ybs

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *