Pemkab Barut Desak Tinjau Ulang Passing Grade Seleksi ASN 2018

  • Bagikan

MUARA TEWEH/tabengan.com – Seleksi calon pegawai negeri sipil (CPNS) di lingkup Pemerintah Kabupaten Barito Utara sudah berakhir, Selasa (6/11) lalu. Hasilnya sangat mengecewakan, dari 1.780 peserta yang lolos hanya 22 orang pelamar.

Lantaran itu, Pemkab Barut mendesak Menteri Pemberdayaan Aparatur Negara dan Repormasi Birokrasi (Menpan RB) dan Badan Kepegawaian Negara (BKN) RI meninjau ulang Permenpan RB No.37/2018 tentang Passing Grade seleksi ASN 2018.

Permintaan peninjauan ulang Permenpan RB No. 37/2018 tersebut disampaikan Pemkab Barut melalui surat yang ditandatangani Wakil Bupati Sugianto Panala Putra, lalu dikirim ke Menpan RB dan BKN RI pada Rabu (7/11) lalu.

Dalam surat yang disampaikan itu, Pemkab Barut ingin Menpan RB dan BKN meninjau kembali ketentuan yang tercantum dalam Permenpan RB No. 37. Dan, mengusulkan penentuan kelulusan berdasarkan urutan ranking dari nilai total komulatif tertinggi hasil perolehan tes CAT-UNBK bagi CPNS dengan passing grade total nilai terendah pada angka 298, sehingga tidak perlu diadakan TKD ulang.

Terpisah, Kepala BKPSDM Aspul Anwar didampingi Kasubid Formasi BKPSDM Ira Akhmadi, Kamis (8/11) siang, mengakui, dari ribuan pelamar yang mengikuti tes CPNS, hanya 22 orang saja dinyatakan lulus yakni 11 tenaga kesehatan dan 11 tenaga guru.

Menurutnya, peserta yang mengikuti tes sebanyak 1.780 dan yang tidak hadir tanpa keterangan 8 orang. Tes CPNS kali ini menggunakan sistem Computer Assisted Test (CAT) UNBK. Lalu bagaimana dengan tidak tercapainya kuota alias tak terisinya formasi yang dibutuhkan Pemkab Barut.

Ribuan CPNS di Barut akan memperebutkan sebanyak 258 formasi untuk penempatan di desa-desa. Formasi penerimaan CPNS sesuai dengan kebutuhan pegawai daerah. Yang disetujui pemerintah pusat yakni tenaga pendidik atau guru sebanyak 137 orang, tenaga kesehatan 118 orang dan ditambah 3 formasi khusus eks tenaga honorer K2.

Terancam Tak Terisi
Di Sampit, formasi CPNS Kabupaten Kotim tahun 2018 terancam banyak yang tidak terisi. Pasalnya, berdasarkan data dari panitia tim seleksi CPNS Kotim, pada hari pertama tes dilaksanakan hanya ada 13 orang peserta yang nilainya memenuhi passing grade. Bahkan parahnya lagi ada satu sesi yang pesertanya tidak ada sama sekali memenuhi passing grade yang telah ditentukan.

Berdasarkan Permenpan RB No. 22/2017 di pasal 2, pelamar CPNS setidaknya harus mencapai skor 298. Dengan rincian 43 poin untuk tes karakteristik pribadi, 80 poin untuk tes intelegensi umum dan 75 poin untuk tes wawasan kebangsaan. Jika satu bidang tak terpenuhi, maka dipastikan peserta tes tak akan lolos mengikuti tahapan selanjutnya. Meski ia mendapat skor total di atas 298.

“Dari sekitar 500 an orang peserta yang mengikuti tes hanya 13 orang yang nilainya mencapai passing grade, minim sekali yang bisa mencapai nilai yang ditetapkan,” ujar Kepala BKD Kotim Alang Arianto, Kamis.

Dirinya tidak mengetahui secara pasti, apa yang menjadi penyebab minimnya peserta yang nilainya mencapai passing grade. Padahal, untuk kriteria nilai passing grade tidak meningkat dari pelaksanaan tes CPNS yang pernah dilakukan di Kotim.

Selain minimnya peserta yang memenuhi passing grade, beberapa peserta pun dinilainya tidak serius mengikuti tes CPNS. Sebab, banyak peserta yang justru datang terlambat ke lokasi kegiatan dan akhirnya menyebabkan peserta tersebut langsung dinyatakan gugur. Tak jarang para peserta yang terlambat ini pun menangis, karena panitia langsung menggugurkan kepesertaannya.

Dia sangat menyayangkan banyaknya peserta yang tidak lolos, sebab hal itu mengartikan akan banyak formasi yang terbuang percuma. Padahal, pihaknya harus terpontang panting memperjuangkan jumlah kuota formasi hingga disetujui sebanyak 602 formasi itu.

Dirinya berharap para peserta yang belum mendapatkan jadwal tes untuk betul-betul mematangkan persiapan. Supaya nilai yang didapat sesuai dengan nilai passing grade yang ditentukan.c-ryu/c-may

  • Bagikan

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *