Dewan: Dana CRS PT BSAP Tidak Sesuai Peruntukan

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kunjungan kerja (Kunker) jajaran Komisi B DPRD Kalteng belum lama ini ke lapangan membuahkan hasil yang mengejutkan. Ternyata ada temuan perusahaan yang bergerak di bidang sawit dan berlokasi di Seruyan, belum menjalankan aturan wajib bagi sebuah perusahaan dalam menjalankan operasionalnya.

Menurut Wakil Ketua Komisi B HM Asera PT Bina Sawit Abadi Pratama (BSAP) mestinya melaksanakan aturan, yang mengarah pada bidang kesejahteraan masyarakat. “Kami menemukan pelaksanaan dana CSR yang tidak seharusnya peruntukannya,” ucap Asera kepada awak media ketika ditemui usai rapat kerja, Selasa (9/10).

Dana yang bersifat bantuan perusahaan untuk pertanggungjawaban bagi lingkungan sekitar, itu dianggap kurang tepat sasarannya. Pasalnya dari informasi di lapangan, CSR itu sendiri digunakan untuk bantuan para tenaga pendidik setempat. Seharusnya, ucap dia, guru sudah memiliki gaji atau anggaran tersendiri.

Memang kalau pendanaannya berasal dari bantuan khusus perusahaan mungkin bisa diterapkan. Namun kalau sudah menyangkut CSR, dirinya menganggap hal itu jelas tidak benar.

Lalu masalah lain yang menjadi sorotan, perusahaan itu diduga mengabaikan aturan soal plasma 20 persen kepada masyarakat. “Sudah berpuluh-puluh tahun mereka mendirikan perusahaan, namun untuk plasma 20 persen tidak pernah dilaksanakan dengan baik. Itu kita usulkan cabut saja izinnya,” tegas wakil rakyat dari Dapil V yang meliputi Pulang Pisau dan Kapuas tersebut.

Sementara itu Sekretaris Komisi B Punding LH Bangkan juga menanggapi serius persoalan perusahaan, yang dianggap belum menjalankan kewajibannya, terhadap pemerintah daerah dan masyarakat Kalteng.

“Informasi di lapangan, perusahaan ini terindikasi tidak melaksanakan plasma, dan diduga belum memiliki izin pelepasan kawasan,” ucapnya. drn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas