Sumur Baru Lapangan Handil Sumbang 1.057 Barel/Hari

  • Whatsapp

BALIKPAPAN/tabengan.com – Lapangan Handil yang telah berusia 40 tahun ternyata masih bisa meningkat produksinya setelah dari sumur baru yang dinamai H-L-174 didapat 1.057 barel minyak per hari (BOPD) dan gas 2,6 juta kaki kubik per hari (MMSCFD).

“Tambahan dari sumur H-L-174 dan sumur-sumur baru lainnya meningkatkan produksi minyak Handil hingga mencapai 18.207 barep per hari dan gas 11,5 MMSCFD per 23 September lalu,” kata Executive Vice President PT Pertamina Hulu Mahakam (PHM) Sunaryanto di Balikpapan, kemarin.

Bacaan Lainnya

Sumur H-L-174 merupakan bagian dari 17 sumur-sumur baru yang dibuat PHM setelah pengambilalihan pengelolaan Wilayah Kerja Mahakam (sebelumnya dikenal Blok Mahakam) dari operator sebelumnya Total Indonesie.

Pengeboran sumur-sumur itu menggunakan Rig Yani yang didesain khusus untuk dioperasikan di kawasan delta sungai Wilayah Kerja (WK) Mahakam.

Sampai dengan tahun 2015, Lapangan Handil tercatat memproduksikan minyak sekitar 15.000 BOPD dan gas 30 MMSCFD.

Menurut Sunaryanto, angka produksi dari sumur baru ini jauh lebih tinggi dari perkiraan awal yang sebesar 598 BOPD.

Lapangan Handil adalah bagian dari lapangan-lapangan minyak dan gas di WK Mahakam yang juga dioperasikan PHM. Lapangan lainnya yang juga terkenal adalah Tunu, Tambora, dan Sisi-Nubi, serta yang terbaru South Mahakam di ambang Teluk Balikpapan.

Lapangan Handil berproduksi sejak Juli 1975 dengan luas area 40 kilometer persegi meliputi kawasan rawa-rawa dan sungai di Delta Mahakam, Handil memiliki 600 sumur.

Dari sumur-sumur itu, sebanyak 107 sumur hidrokarbon aktif, empat sumur air (water producer), dan 13 sumur untuk menginjeksikan air ke bawah tanah (water injector).

“Minyak ada di kedalaman rata-rata 1.500 hingga 2.700 meter di bawah tanah,” kata Head of Communication Division PHM Handri Ramdhani.

Handri juga menuturkan, pada awal produksi minyak dan gas di Lapangan Handil, minyak dan gas itu mengalir keluar sumur karena tekanannya sendiri secara alamiah (natural flow).

“Setelah sekian tahun tekanan terus menurun dan kami mulai menggunakan teknologi untuk mempertahankan produksi,” kata Handri.

Lapangan Handil mulai menggunakan injeksi air pada tahun 1978, lalu injeksi gas mulai 1995. Air dan kemudian gas itu ditembakkan ke dalam reservoir minyak dan gas di bawah tanah untuk menekan minyak dan gasnya keluar.

Proses pengangkatan (lifting) juga dibantu pompa elektrik khusus (electrical submersible pump).

Selama dioperasikan 40 tahun, di Lapangan Handil telah diangkat lebih dari 900 juta barel minyak dan kondensat, serta lebih dari 1,879 triliun kaki kubik gas alam. ant

Pos terkait