SPBU S Parman Jelaskan Stok Solar Habis

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Pihak manajemen SPBU di Jalan S Parman Palangka Raya menyayangkan adanya isu miring yang beredar di sosial media, baru-baru ini. Dalam unggahan tersebut terdapat tuduhan terhadap SPBU yang telah melakukan kecurangan dan tidak melayani konsumen sebagaimana mestinya.

Henry R Walas, Supervisor Lapangan SPBU S Parman menjelaskan bahwa kejadian pada Jumat (14/9) sore lalu itu, terjadi saat stok solar yang tersisa telah habis. Namun, konsumen yang tidak mendapatkan jatah solar tersebut menganggap, bahwa pihak SPBU tidak melayani konsumen seperti yang seharusnya, bahkan menganggap bahwa konsumen yang terakhir tersebut adalah seorang pelangsir.

Bacaan Lainnya
iklan atas

“Kebetulan ada pengisian solar di bagian mobil. Kebetulan yang diisi itu antrean paling terakhir. Setelah ditutup pengisian, ada mobil box yang dikendarai orang itu, datang mau minta isi, dijelaskanlah oleh operator bahwa BBM sudah habis. Intinya, orang ini keberatan kenapa konsumen di depannya itu diisi dan ia tidak,” kata Henry.

Selain itu, lanjut Henry, yang bersangkutan beranggapan bahwa yang diisi itu adalah seorang pelangsir, padahal tidak ada itu bukti yang menyatakan bahwa mobil tersebut adalah mobil pelangsir. “Bahkan ia menuduh bahwa di sini memiliki stok BBM banyak, tapi tidak untuk dijual untuk umum. Jika ada stikernya atau baju seragam bahwa ia pelangsir, ini hanya praduga saja,” ujarnya.

Ia juga menjelaskan, bahwa pihaknya punya bukti kalau saat itu memang stok solar habis. “BBM di tangki pendam itukan ada batas isapnya, tidak boleh sampai betul-betul habis, dan saat itu sudah masuk batasnya. Tidak bisa naik lagi, sehingga tidak benar bahwa tuduhan SPBU ini memilih-milih dalam menjual BBM,” katanya.

Sementara itu, Hermanto Sawal, Manajer SPBU S Parman, mengungkapkan, pihaknya merasa kecewa dan dirugikan, sehingga perlu memberikan klarifikasi. Sebab kenyataan di lapangan tidak sama dengan yang dituduhkan.

Dikatakan dia, pihaknya sangat menyesalkan peristiwa tersebut, sehingga akan terus meningkatkan pelayanan agar lebih baik lagi kepada masyarakat.

“Memang yang kemarin itu adalah masalah kami yang sedang kekosongan solar, namun tidak benar adanya bahwa ada jatah hanya untuk pelangsir. Kami akan skorsing apabila terjadi kesalahan-kesalahan seperti itu. Selain untuk melatih kedisiplinan pegawai, juga untuk meningkatkan pelayanan kepada masyarakat,” ujarnya.m-sms

iklan atas

Pos terkait

iklan atas