Cegah Rubella Masuk Kota

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Wabah campak dan Measles Rubella (MR) kian meluas di Kalteng. Beberapa kabupaten telah ditemukan penderita klinis maupun didiagnosa terjangkit virus tersebut. Di Kuala Kapuas, hingga Kamis lalu telah ditemukan 49 kasus MR dan di wilayah Kabupaten Barito Utara terdiagnosa 4 kasus virus yang menyerang anak-anak.

Atas kejadian itu, kalangan DPRD Kota Palangka Raya berharap pemerintah kota setempat melalui Dinas Kesehatan proaktif melalukan pencegahan terhadap penyebaran penyakit MR yang mayoritas menjangkiti anak-anak.

Bacaan Lainnya

“Kita sangat berharap agar penyakit MR ini tidak sampai masuk ke Kota Palangka Raya, harus dicegah sedini mungkin. Terlebih di Kabupaten Kuala Kapuas yang terhitung dekat dengan Palangka Raya sendiri telah ditetapkan kasus luar biasa (KLB) MR, harus ada upaya dinas terkait mencegah penyebaran penyakit itu hingga ke sini,” ungkap Ketua Komisi C DPRD Kota Palangka Raya, Hj Mukarramah, Minggu (16/9).

Mukarramah dengan tegas meminta pemerintah untuk lebih menggiatkan sosialisasi kepada masyarakat, bisa melalui media cetak dan elektronik maupun penggunaan media sosial yang dapat menjangkau lebih luas lapisan masyarakat. Dan juga bisa bekerjasama dengan masyarakat melalui sosialisasi di sekolah-sekolah, Posyandu, serta organisasi kemasyarakatan lainnya tentang bahaya penyakit Measles-Rubella ini dan bagaimana tindak pencegahannya, salah satunya dengan vaksin dan imunisasi.

Penyakit yang disebabkan virus rubella ini sangat mudah menyebar. Utamanya dapat melalui butiran liur di udara yang dikeluarkan penderita melalui batuk atau bersin, berbagi makanan dan minuman dalam piring atau gelas yang sama dengan penderita, serta menyentuh mata, hidung, atau mulut usai memegang benda terkontaminasi virus rubella. “Masyarakat harus membantu pemerintah dalam upaya memberantas campak dan rubella, khususnya di Palangka Raya. Ini demi kebaikan dan kesehatan bersama,” katanya.

Mengingat campak dan rubella sangat mudah menular, sudah seyogyanya masyarakat sadar dan peka akan bahayanya apabila tidak melakukan vaksinasi. Terlebih, satu diantara cara untuk mencegah terinfeksi penyakit ini adalah hanya dengan vaksinasi. “Jangan sampai ketika sakit, baru tersadar. Mencegah itu lebih baik daripada mengobati. Inilah mengapa perlu ditekankan pentingnya sosialisasi agar masyarakat mengerti manfaat imunisasi,” imbuhnya.

Tokoh agama dan masyarakat harus membantu pemerintah dalam menumbuhkan kesadaran vaksinasi. Sebab, tidak jarang masih dijumpai ada masyarakat yang menolak untuk vaksinasi. Ia meminta masyarakat khususnya para orangtua untuk tidak takut memvaksinasi anak-anaknya. “Kami meminta agar Dinkes memastikan ketersediaan vaksin campak dan rubella, agar dapat mencukupi kebutuhan masyarakat Kota Palangka Raya,” tutup legislator dari NasDem ini. m-rgb

Pos terkait