Divonis 1 Tahun, Juwita Banding

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Syarifah Jamilah alias Juwita, terdakwa perkara penipuan arisan online mendapat vonis penjara selama 1 tahun dalam sidang Pengadilan Negeri Palangka Raya, Kamis (13/9) malam.

Meski vonis tersebut jauh lebih rendah dari tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU) yang menuntut pidana 2,5 tahun penjara, Putri Wagub Kalteng yang sedang hamil 4 bulan itu keberatan dan mengajukan banding melalui Penasihat Hukum (PH) Terdakwa.

Bacaan Lainnya

Dalam persidangan sebelumnya, Juwita didakwa JPU menipu 10 nasabah arisan online, sehingga merugikan mereka sebanyak Rp551,4 juta. PH Terdakwa yakni Henry S Dalim, Kartika Candrasari, dan Nashir Hayatul Islam menyatakan seluruh korban tidak berhubungan langsung dengan Juwita, melainkan dengan Lailatul Jannah yang kini sudah divonis penjara. Lailatul juga memiliki bandar besar selain Dewi Lestari, yakni Irmi yang menjadi tempat penyetoran sejumlah dana para saksi korban.

Juwita menyetorkan uang sejumlah Rp717,95 juta kepada Dewi, sehingga tersisa kekurangan Rp70,55 juta. Untuk menutupi kekurangan pembayaran para nasabah, Juwita juga menggunakan uang pribadinya sejumlah Rp70,55 juta.

Dewi juga menyerahkan jaminan kekurangan pembayaran Rp421 juta dengan menyerahkan sertifikat tanah, tapi kemudian disita oleh JPU, sehingga tidak dapat dimanfaatkan.

PH mengaku mengajukan banding karena Majelis Hakim mengesampingkan fakta persidangan, yakni transaksi dengan Dewi terakhir tanggal 9 Juni 2017, tapi Jannah masih menerima uang di atas tanggal 9 Juni dan itu bukan disetor ke Dewi, sehingga itu murni tanggung jawab Jannah sendiri.

“Faktanya, justru Juwita rugi sekitar Rp70 juta,” pungkas Kartika kepada wartawan.

Perkara berawal saat Lailatul Jannah mengikuti arisan yang diiklankan Juwita melalui Broadcast Message Black Berry Messenger (BM BBM). Juwita menyuruh Jannah mengirimkan uang pembayaran para peserta arisan ke rekening Dewi Lestari. Jannah mulai mencari member atau anggota dengan cara menawarkan melalui BM BBM ke seluruh kontak di ponselnya.

Dalam iklan BBM, anggota arisan yang berinvestasi Rp900 ribu akan mendapat Rp1,1 juta, Rp1 juta menjadi Rp1,2 juta, Rp1,8 juta menjadi Rp2,3 juta, Rp2,2 juta menjadi Rp2,8 juta, Rp4 juta menjadi Rp5 juta dan Rp4,7 juta menjadi Rp6 juta. Sebanyak 10 orang tertarik mendaftar lalu mentransfer uang dengan nilai bervariasi.

Namun, pembayaran bagi hasil pada para anggota arisan mulai tersendat, sehingga para korban merasa keberatan lalu mengadukan kasus ini ke pihak Polda Kalteng.

Lailatul Jannah dan Dewi Lestari yang lebih dahulu menjalani persidangan mendapat vonis lebih tinggi dibandingkan dengan Juwita, yakni 1,5 tahun penjara. dre

Pos terkait