Kapuas KLB, Penderita Campak dan MR Jadi 49 Orang

  • Whatsapp

KUALA KAPUAS/tabengan.com – Berdasarkan hasil penanganan akibat serangan penyakit yang diduga kuat campak dan Measles Rubella (MR) terus meluas, sejak ditetapkannya kasus KLB oleh pihak Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas per tanggal 10 September 2018 lalu, telah ditemukanya sekitar 17 orang yang klinis telah terjangkiti atau tertular dalam rentan waktu bersamaan di dalam satu lingkungan. Dan, hingga Kamis 13 September 2018 korbannya terus bertambah menjadi 49 Orang.

“Tadi pagi (kemarin) kami kembali mendapatkan laporan, ada tambahan 4 orang anak lagi yang terserang penyakit diduga kuat campak dan rubella ini. Jadi totalnya hingga hari ini berjumlah 49 orang yang mayoritasnya adalah anak kecil,” kata Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Kapuas, Apendi di Kuala Kapuas, Kamis.

Bacaan Lainnya

Diterangkannya, dari 49 kasus yang tercatat hingga saat ini sebanyak 18 kasus merupakan kasus lama yang terjadi beberapa bulan yang lalu di Kecamatan Kapuas Tengah dan Kapuas Hilir dan telah terkonfirmasi positif campak dan rubella. Kemudian ditambah 17 kasus yang terjadi dalam sepekan terakhir ini dan ditambah 10 kasus baru yang dilaporkan Rabu (12/9) pagi dan 4 orang lagi yang terjadi pada Kamis (13/9) yaitu di wilayah yang sama Desa Pulau Kupang 3 orang dan 1 orang di Desa Pulau Telo, kalau melihat dari jumlah tersebut dibandingkan dengan tahun 2017 lalu yaitu hanya dengan jumlah 5 kasus ini tentu saja sangat menghawatirkan.

“Saat ini, Tim sudah bergerak ke lapangan untuk melakukan penanganan intensif terhadap para pasien yang tertular tersebut, sekaligus melakukan observasi terkait dengan penanggulangannya dan melakukan sosialisasi terhadap keluarga dan warga yang berada di dekat lingkunganya,” katanya.

Terkait langkah Dinkes dalam penanganan kasus ini, Apendi menyebut pihaknya telah melakukan pengobatan intensif untuk para korban. Kemudian juga melacak kasus baru dan terus memberikan penyuluhan kepada masyarakat agar mengikutkan anaknya dalam program Kampanye Imunisasi MR yang saat ini masih berlangsung.

Dia juga menyebutkan, campak dan rubella ini memiliki efek sangat berat, yakni diantaranya bisa menyebabkan anak menjadi cacat, lumpuh, bisu, tuli dan lainnya. “Ciri-ciri penyakit ini dimulai dari tubuh demam, kemudian bisa dibarengi batuk filek, mata merah dan muncul ruam-ruam merah atau yang biasa disebut orang kerumut. Penyakit ini penyebarannya cepat sekali melalui percikan udara, orang yang terserang campak rubella kalau dia bersin saja di dalam ruangan dan sekitar 2 jam kemudian setelah dia meninggalkan ruangan, maka virus itu masih ada di dalam ruangan,” jelasnya.

Kemudian jika anak yang sudah diimunisasi, bisa saja juga terserang, namun efeknya ringan. Sedangkan anak yang belum diimunisasi, dampaknya berat seperti kejang karena ada peradangan di otak, radang paru, gizu buruk, diare dan bisa sampai meninggal dunia.

Sedangkan jika tertular ke ibu hamil muda, maka akan menyebabkan keguguran. Atau kalaupun tidak keguguran, maka akan menyebabkan cacat bawaan berat seperti tidak bisa jalan, bisu, katarak, tuli, kebocoran jantung dan lainnya. c-yul

Pos terkait