Pencemaran Sungai Seranau, Polisi Periksa 9 Saksi

  • Whatsapp

SAMPIT/tabengan.com – Kepolisian Resor Kotawaringin Timur terus bergerak untuk menyelidiki kasus kematian ikan mendadak di perairan Sungai Seranau dan Sungai Bulu Tibung Desa Sebabi, Tanah Putih dan Runting Tada di Kecamatan Telawang dan Kota Besi.

Kapolres Kotim AKBP Mohammad Rommel SIK, Selasa (4/9), mengungkapkan, sedikitnya sudah diperiksa 9 orang saksi terkait kasus tersebut.

Bacaan Lainnya

“Kita masih menunggu hasil lab bahwa pertama apa yang menyebabkan kematian ikan dan baku mutu air. Makanya kemarin anggota Reskrim sudah ke sana mengambil sampel air di beberapa titik. Di hulu, di tempat yang dicurigai dan bahkan di tempat keluarnya limbah itupun kita ambil untuk sampel,” terang Kapolres.

Disampaikan Kapolres, jika sudah ada hasil pemeriksaan barulah dapat disimpulkan hasil penyelidikan kasus tersebut. “Makanya saat ini belum dapat disimpulkan apa penyebab matinya ikan di sungai tersebut,” lanjutnya.

Untuk uji laboratorium, jelas Kapolres, dilakukan di Laboratorium Forensik Mabes Polri.

Sementara itu Sekda Kotim Halikinnor mengungkapkan, SOPD teknis terkait sudah mengambil sampel air dan juga ikan di kawasan sungai tersebut untuk diperiksa di laboratorium.

“Kemarin saya minta Dinas Perikanan minta sampel ikan mati supaya memastikan apa penyebabnya,” jelas Sekda, usai menghadiri rapat paripurna DPRD Kotim, Selasa.

Dia juga meminta Dinas Lingkungan Hidup Kotim untuk mengecek perusahaan perkebunan di sekitar kawasan tersebut. “Apakah ada memang sumur (limbah) mereka yang meluber akibat hujan atau tidak. Atau mungkin juga dari pemupukan kebun, kan bisa saja. Namun karena yang kita lihat jumlah ikan mati cukup banyak, berarti ini dalam jumlah besar, ini juga agar dicek dan diteliti,” tandasnya.

Dia juga meminta agar dinas terkait di kabupaten berkoordinasi dengan dinas di Pemprov Kalteng agar menurunkan timnya, supaya tidak terjadi kesimpangsiuran informasi.

“Kita juga mengharapkan kasus seperti ini tidak terjadi lagi di kemudian hari. Karena merugikan masyarakat akibat banyaknya ikan yang mati. Kasus ini harus diusut tuntas, kalau ada unsur pidana agar diusut oleh aparat kepolisian,” tegasnya. c-arb

Pos terkait