Tangis Sekda dan Curhat Istri Dituding Korupsi

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Sekretaris Daerah (Sekda) Kota Palangka Raya Rojikinnor Jamhuri Basni yang terjerat dakwaan korupsi, menyampaikan pembelaannya pada Majelis Hakim Pengadilan Tipikor Palangka Raya, Senin (13/8).

“Saya bermohon kepada Majelis Hakim yang Mulia, bebaskanlah saya dari perkara ini,” pinta Rojikinnor dengan mata berkaca-kaca dan suara tercekat.

Bacaan Lainnya

Rojikinnor sempat melontarkan pertanyaan apakah perkara yang menimpanya itu bersifat politik. Dia mengaku hanya sesaat sebelum dirinya mundur sebagai Sekda untuk mencalonkan diri sebagai calon wali kota dalam Pilkada 2018 lalu, tuduhan korupsi mencuat sehingga pencalonannya batal.

Rojikinnor menegaskan tidak adanya unsur korupsi dalam perkara ini karena seluruh uang dan kegiatan Sekretariat Daerah Palangka Raya telah dipertanggungjawabkan sesuai peraturan. Badan Pengawasan Keuangan dan Pembangunan (BPKP) Perwakilan Kalteng disebut menolak permintaan audit kepolisian dengan alasan tidak cukupnya alat bukti.

Uang Rp30 juta yang disita kepolisian saat menangkap honorer Disperkim, Aldrich Penyang, dan Bendahara Pengeluaran Setda Palangka Raya, Yahya Nusran, bukan hasil pemotongan uang negara melainkan dana partisipasi yang berasal dari sumbangan pribadi Kuasa Pengguna Anggaran (KPA) maupun Pejabat Pelaksana Teknis Kegiatan (PPTK) di Setda Palangka Raya.

Dana partisipasi digunakan untuk kegiatan di luar anggaran seperti bantuan sosial warga, pegawai, organisasi ataupun koordinasi antarforum komunikasi pimpinan daerah. “Niat baik malah berbuah pahit,” sesal Rojikinnor.

Dia mempertanyakan dirinya menjadi tersangka tunggal padahal tidak ada bukti dirinya melakukan atau menyuruh melakukan pemotongan nilai Nota Pencairan Dana (NPD) melainkan Yahya Nusran yang kini hanya menjadi saksi.

Selain membacakan pembelaan, Rojikinnor juga membacakan surat terbuka dari istrinya, Nyta Bryang yang berisi pernyataan duka keluarga dan anak mereka karena perkara ini.

Nyta menyebut Rojikinnor menjadi terdakwa karena perbuatan orang lain. Sejumlah media juga seolah menghakimi Rojikinnor bahkan sebelum persidangan usai. Anak-anak mereka juga harus menahan malu namun terus menguatkan satu sama lain.

Rojikinnor sempat terisak dan berhenti membacakan situasi anaknya yang sering bicara pada diri sendiri untuk selalu kuat.

Seperti halnya Rojikinnor, Nyta juga minta Majelis Hakim sebagai Wakil Tuhan di dunia untuk menjatuhkan putusan yang seadil-adilnya. dre

Pos terkait