Pengosongan Asrama, Pemprov: Sudah Sosialisasi Sejak 2017

  • Whatsapp

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Terkait polemik pengosongan asrama Kalteng di Yogya, Pemprov Kalteng menyebutkan, sejak 2017 sudah dilakukan pendekatan dan disosialisasikan bahwa Asrama Kalteng di Yogya, khususnya untuk asrama putra, akan dibenahi karena banyak yang rusak.

Selain itu, bahwa mahasiswa yang tinggal di asrama putra tersebut bukanlah mahasiswa baru dan mereka tidak membayar kontribusi, sehingga itu menjadi temuan dari pihak Inspektorat. Sementara penghuni Asrama Kalteng di Banjarbaru, Bandung, Jakarta, dan Surabaya membayar kontribusi.

Bacaan Lainnya

“Sekarang kita ini mau pilih kasih yang mana. Memang katanya mereka itu ada kumpul uang, tapi saya tidak paham. Katanya untuk bayar listrik, tapi yang bayar listriknya kita juga,” kata Nuryakin di Gedung DPRD Kalteng, Senin (13/8).

Menurut Nuryakin, seharusnya mahasiswa yang tinggal di asrama tersebut membayar kontribusi Rp150 ribu perorang perbulan. Sementara penghuni asrama putri sudah membayar retribusi sejak bulan lalu.

Terkait rencana rehab, Nuryakin mengatakan sudah dilakukan sosialisasi sejak 2017. Bahkan dia sendiri yang datang ke Yogya untuk menyampaikan asrama akan direhab dan harus dikosongkan.

“Siapa yang menjamin bahwa barang-barang mereka tersebut aman kalau tidak dikosongkan? Dari dulu sudah kita sampaikan, namun sekarang mereka beralasan bahwa waktunya mendesak. Sebenarnya setiap datang ke sana, itu sudah disosialisasikan, namun alasannya bahwa mereka masih belum siap,” ungkapnya.

Sekarang tahun ajaran baru, kata Nuryakin, namun yang tinggal di asrama bukan mahasiswa baru. Ada yang sudah 4-5 tahun, bahkan ada yang tidak lulus-lulus. “Masa orangnya itu-itu saja yang tinggal, sehingga itu yang ingin kita tertibkan,” kata dia.

Mengenai permintaan tenggang waktu dari mahasiswa, Nuryakin mengatakan tengah membahasnya. “Hari ini akan kami rapatkan. Jadi kalau ada semacam itu (keluhan) kita pasti mendengar masukan dari tokoh, dari DPRD juga,” kata dia. dkw

Pos terkait