Pemkab Diminta Tambah Damkar

  • Whatsapp

TAMIANG LAYANG/tabengan.com – Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Barito Timur (Bartim) Ariantho S Muller meminta, agar pemerintah setempat segera mengalokasikan dana untuk pengadaan armada pemadam kebakaran di Kecamatan Dusun Tengah.

Pasalnya, bencana kebakaran di wilayah ini kerap kali terjadi dan api susah dipadamkan lantaran kurangnya armada dan kondisi bangunannya saling berdempetan.

Bacaan Lainnya

Dia mencontohkan kejadian yang baru saja menimpa toko bangunan milik H Abul dijalan Raden Sosilo Ampah Kota, hampir semua isi bangunan ludes terbakar. Apalagi mobil pemadam kebakaran yang ada di Kecamatan Dusun Tengah hanya satu unit. Sedangkan jarak antarkecamatan cukup jauh.

Oleh karena itu, kejadian ini seharusnya seharusnya jadi peharian pemerintah untuk menambah unit Damkar. “Kalau armadanya cuma satu , bagaimana kita bisa menanggulangi bencana kebakaran. Sebab, bila kebakaran besar paling tidak kita butuh empat hingga lima mobil pemadan,” kata Ariantho, Minggu (5/8).

Apalagi, kekurangan itu sudah diakui Kepala Satuan Polisi Pamong Praja dan Pemadam Kebakaran (SatpolPP Damkar) Nanprasito, bahwa penanganan untuk bencana kebakaran yang terjadi belum optimal.

“Nah, ini harus jadi bahan evaluasi untuk pemerintah, untuk membuat program yang tepat guna dan sasaran, agar masyarakat dapat merasakan secara langsung program tersebut,” jelasnya.

Maka dari itu, dirinya meminta kepada Pemkab Bartim untuk cepat tanggap dengan kekurangan yang dialami setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah (SKPD).

Sementara Nanprasito, Kepala Satpol PP dan Pemadam Kebakaran Bartim mengungkapkan, pada saat peristiwa kebakaran di Ampah, ada 7 unit Damkar yang diturunkan untuk memadamkan kebakaran Toko Bangunan di Jalan Raden Soesilo Kelurahan Ampah.

Tak hanya itu dalam memadamkan api tersebut Pihak Pemadam Kebakaran dari Barsel dan Kabupaten Tabalong Provinsi Kalsel ikut serta membantu memadamkan kebakaran tersebut agar kobaran api tidak meluas dan membakar bangunan yang berdekatan.

“Total ada tujuh unit mobil Damkar, diantaranta dua unit dapat bantuan damkar dari Barsel,” kata Nanprasito, Minggu (5/8).

Lebih lanjut Nanprasito menjelaskan, bantuan mobil damkar dari Barsel karena lokasinya berdekatan, mobil damkar yang berada di Kelurahan Ampah kurang mampu memadamkan api, dikarenakan kapasitasnya kecil.

“Mobil damkar yang berada di Pasar Panas juga ikut membantu, selain mobil damkar yang berada di Tamiang Layang,” jelasnya.

Nanprasito, saat ditanyakan penyebab kejadian kebakaran dirinya masih belum mengetahui dan dapat menyimpulkan penyebabnya.

“Penyebabnya masih belum diketahui, dari kebakaran tersebut 2 warga terkena semburan api saat mencoba membantu memadamkan api,” tukasnya. c-yus

Pos terkait