Vaksin MR Ditolak, Dinkes Pastikan Aman

  • Whatsapp

SAMPIT/tabengan.com – Sejumlah orang tua di Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim) menolak memberikan vaksin atau imunisasi MR kepada anak-anaknya. Mereka berasalan belum adanya sertifikasi halal dari Majelis Ulama Indonesia (MUI) serta tidak jelasnya bahan vaksin membuat para orang tua memutuskan tidak memberikan anaknya vaksinasi MR yang pemberiannya mulai dilaksanakan bulan Agustus hingga September mendatang.

Seperti yang diungkapkan RZ (34), warga MB Ketapang. Ia memutuskan tidak memberikan anaknya imunisasi MR karena takut dengan kandungan dari obat itu sendiri. Terlebih, dirinya memang tidak memberikan imunisasi kepada anaknya sejak lahir. Ia juga berpendapat tidak ada jaminan bagi anaknya tidak terkena sakit meskipun sudah diberikan imunisasi sekali pun.

Bacaan Lainnya

“Saya memutuskan tidak memberikan imunisasi. Karena kandungannya itu tidak mengetahui secara pasti apakah memang benar-benar memberikan kebaikan atau tidak,” tegasnya kepada Tabengan, Minggu (5/8).

Di samping itu, ia juga mendapatkan informasi bahwa kandungan obat imunisasi tersebut juga ada mengandung bahan yang tidak halal. Daripada merasa ragu dan was-was, lebih baik tidak memberikan dan melarang petugas kesehatan memberikan imunisasi terhadap anaknya.

“Daripada ragu lebih baik saya tinggalkan. Saya suka yang alami-alami dan herbal saja untuk diberikan ke anak saya,” tuturnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kotim dr Faisal Novendra Cahyanto menjelaskan, vaksin MR produksi India yang dipergunakan Kemenkes RI sudah memiliki izin edar dari BPOM.

“Kemudian mempergunakan tripsin rekombinan yang berasal dari bahan dasar bukan hewan. Sehingga dipastikan aman,” terangnya. Pemberian imunisasi MR di Kotim tetap dilakukan dan sudah berjalan sejak 1 agustus. Untuk Kalimantan, menurutnya, sudah memasuki fase ke 2 setelah Jawa tahun 2017. Tahun lalu ada sekitar 34 juta anak telah diimunisasi dengan vaksin yg sama. Untuk di Kotim ada sebanyak 118.229 anak usia 9 bulan sampai dengan kurang dari 15 tahun menjadi sasaran target imunisasi MR. Kotim menjadi sasaran terbesar dibandingkan dengan kabupaten lainnya di Kalteng. Untuk di Kalteng sendiri sasaran pelaksanaan kegiatan pemberian imunisasi MR berjumlah sekitar 691.362 anak.

“Saya mengajak semua dapat berpartisipasi dan berkontribusi dalam imunisasi MR, sehingga tujuan memutus transmisi penularan virus campak dan rubella yang ada di masyarakat dapat tercapai,” katanya. c-may

Pos terkait