Peredaran Miras Tanpa Izin jadi Sorotan Legislator

  • Whatsapp
iklan atas

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Adanya dugaan peredaran Minuman Keras (Miras) tanpa izin menjadi sorotan serius dari kalangan DPRD Kalteng. Pihaknya menyarankan pihak terkait terus memantau serta menindak tegas adanya persoalan tersebut.

Anggota Komisi C Duwel Rawing berharap hal ini bisa menjadi perhatian bersama. “Aturannya sudah jelas, bahwa menjual miras tanpa izin itu tidak boleh,” ujar Duwel kepada awak media belum lama ini.

Bacaan Lainnya

iklan atas

Selain itu penjualan miras sendiri juga dibatasi yang artinya tidak diperjualbelikan kepada anak dibawah umur. Hal itu jelas menjadi kewajiban pemkab/pemkot terkait dalam upaya menertibkan secara intensif.

Dirinya menegaskan peredaran miras tanpa izin sendiri kerap dilakukan tanpa pengawasan yang maksimal. Maka tidak heran adanya aturan yang memberikan sanksi berupa denda bagi siapa saja yang mengedarkan miras tanpa izin tersebut.

Legislator dari PDIP itu juga mengatakan, yang menjadi permasalahan bukan hanya soal tanpa izin atau tidaknya. Namun lebih ke arah moralitas serta penyalahgunaan miras itu sendiri.

Walaupun memang memberikan sumbangsih yang besar terhadap Pendapatan Asli Daerah (PAD), namun ada beberapa poin yang mesti mendapat perhatian. “Hal itu juga sebanding dengan kerugian selama ini, yang terjadi baik dari segi kriminalitas atau lainnya,” ujarnya.

Mantan Bupati Katingan dua periode itu mengatakan, miras terkadang disalahgunakan sebagian orang.

Maka untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan, seharusnya minuman semacam itu tidak dijual secara bebas. Konsepnya apabila ingin minum, tidak diharuskan keluar atau kemana-mana. Intinya bersantai ditempat saja atau sejenis bar khusus.

Dirinya mencontohkan miras yang dibeli, tidak boleh dibawa keluar. Kalaupun ada yang mabuk akan menjadi tanggung jawab di pengelola kedai untuk mengantar pulang. Bagi anak-anak dibawah umur, jelas ada ketentuan larangan untuk tidak boleh masuk. Dengan begitu, ujarnya, maka tidak akan mengundang aksi yang menjurus pada kejahatan.

“Coba kalau dibiarkan dibawa pulang dan minum di pinggir jalan jelas bisa saja ada potensi mengganggu orang atau mengarah pada aksi kriminalitas,” tegas wakil rakyat dari Dapil I yang meliputi Palangka Raya, Katingan, dan Gumas tersebut.

Lalu problema lain yang juga jadi sorotan adalah bebasnya peredaran miras itu tanpa memandang umur ataupun tempat.

Mestinya persoalan itu harus mendapat pengaturan khusus yang berdampak positif. Memungut pemasukan daerah dari sektor itu boleh dan sah-sah saja. Namun yang perlu diingat adalah regulasi khusus agar tidak berpengaruh negatif dalam lini kehidupan masyarakat.

“Kita juga sebagai orangtua di lingkungan rumah, juga wajib memberikan bimbingan kepada anak terkait pendidikan yang positif dalam hal menjauhi adanya miras. Begitu juga di lingkungan sekolah, hal itu harus benar-benar diterapkan secara maksimal,” ujarnya mengakhiri. drn

iklan atas

Pos terkait

iklan atas