Murung Pilot Project Bokar Bersih

  • Whatsapp

PURUK CAHU/tabengan.com – Produksi bahan olah karet (bokar) bersih dengan kadar karet kering (K3) standar pasar dunia terdapat di Kabupaten Murung Raya (Mura). Produksi ini difokuskan kepada petani di lima kecamatan.

Dinas Pertanian Perkebunan Perikanan (Distanikan) Kabupaten Mura sudah mempersiapkan secara teknis dilapangan bersama masyarakat petani karet di empat kecamatan.

Bacaan Lainnya

Persiapan teknis lapangan ini, direncanakan matang oleh pihak Bidang Perkebunan Distanikan Mura. Hal itu guna meningkatkan pendapatan dan kesejahteraan masyarakat petani karet yang ada di kabupaten yang berjuluk Tanah Malai Tolung Lingu ini.

“Kami sudah sosialisasikan dan membina seluruh masyarakat petani karet yang ada di lima kecamatan. Tanggapan masyarakat cukup bagus di lapangan,” ungkap Kepala Bidang Perkebunan Distanik Mura, Yanete Sarah SP, belum lama ini.

Memang tidak bisa di pungkiri bahwa tidak semua masyarakat petani karet dapat menerima dan mau melakukan cara produksi bokar bersih ini. Karenanya sambutan masyarakat masih beragaman. “Ada yang menerima dan masih ragu-ragu ada juga,” sebutnya.

Apabila dari lima kecamatan ini dikalkulasikan masih 50 persen masyarakat petani karet yang mengikuti dan melakukan program mereka. “Sisanya menunggu apakah sukses program bokar bersih berbasis K3 yang menjanjikan harga yang lumayan sesuai dengan kualitas bokar bersih itu juga,” ujarnya.

Yanete memaparkan, petani karet di Kecamatan Murung yang sudah siap bokar bersihnya. Sedangkan Kecamatan Permata Intan, Tanah Siang Selatan, Tanah Siang dan Laung Tuhup masih menunggu realisasi dari rencana pihak Perusahaan Daerah Petak Malai Buluh Merindu untuk membeli hasil produksi bokar bersihnya.

“Kami sudah melakukan pengujian kualitas dan harga hasil produksi petani karet dari Kecamatan Murung di pabrik karet PT Borneo Makmur Lestari yang berada di Kota Palangka Raya,” terangnya lagi. Dengan demikian Kecamatan Murung jadi pilot project bagi daerah lain.

Bahkan ditambahkan, hasilnya 68,3 persen K3-nya, dengan kualitas hasil yang sudah di produksi oleh petani dengan menggunakan metode produksi bokar bersih ini, mampu memberikan harga yang sangat menjanjikan bagi para petani dan pengusaha pengumpul karet.

“Solusi teknis sudah didapatkan untuk meningkatkan harga jual ditingkat petani karet,” imbuhnya. c-vid

Pos terkait