Wih! Banyak Kue Lebaran Berjamur

36
makanan berjamur di sampit
Tim gabungan saat mengecek pangan produksi lokal di salah satu retail modern di Sampit, kemarin. TABENGAN/MAYA SELVIANI

SAMPIT/tabengan.com – Tim gabungan yang terdiri dari Dinas Kesehatan, Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagperin), Satpol PP dan juga kepolisian menggelar razia makanan dan minuman (mamin) di sejumlah pusat perbelanjaan Kota Sampit, Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim), Rabu (6/6).

Dari razia tersebut petugas menemukan ada beberapa makanan kemasan yang sudah lewat masa produksinya (expired). Tak hanya makanan kemasan, petugas juga menemukan kue Lebaran seperti kacang dan melinjo yang berjamur serta kemasannya yang sudah bolong.

“Tadi ada kue Lebaran seperti kacang dan melinjo yang sudah berjamur tapi masih dipajang di etalase salah satu swalayan. Barang yang seperti ini langsung kita sita dan musnahkan,” ungkap Kepala Bidang Sumber Daya Kesehatan Dinkes Kotim Bambang Supiansyah.

Menurutnya, untuk temuan barang kedaluwarsa tahun ini terjadi penurunan dibandingkan tahun lalu. Ia berpendapat hal itu dikarenakan petugas yang sudah melakukan pemantauan secara rutin setiap bulannya ditambah dengan kesadaran pihak pengusaha sendiri.

“Untuk tahun ini sangat rendah ya, tampaknya para pengusaha juga sudah mengerti akan hal itu dan pengawasan yang dilakukan secara berkala pun memberikan efek baik terhadap pengusaha itu sendiri,” katanya.

Sementara itu Kabid Perdagangan Disperindagkop Kotim HM Tahir tetap mengharapkan ketelitian para konsumen dengan lebih dulu mengecek masa kadaluarsanya termasuk juga bahan apa yang terkandung pada bahan mamin yang hendak dibeli.

“Pastikan mamin yang kita beli berasal dari bahan yang aman juga tidak kadaluarsa,” ucapnya.

Sementara itu untuk kemasan pangan kue kering produksi rumahan yang tidak mencantumkan masa kadaluarsa menurutnya untuk di Sampit semua aman dikonsumsi. Pasalnya ia mengaku sudah melakukan pengecekan langsung kepada para pembuat kue kering produksi rumahan dan menurut para pengrajin, kue kering buatan mereka tidak diproduksi dalam jumlah banyak dan juga sengaja dibuat untuk penjualan menjelang Lebaran. c-may

Loading...

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here