Contoh Iklan
Aplikasi

Waspada! Privasi Aplikasi Kebugaran Terancam, Fitbit dan Strava Diduga Melacak Lebih dari Sekadar Lari

142
×

Waspada! Privasi Aplikasi Kebugaran Terancam, Fitbit dan Strava Diduga Melacak Lebih dari Sekadar Lari

Sebarkan artikel ini
Waspada! Privasi Aplikasi Kebugaran Terancam, Fitbit dan Strava Diduga Melacak Lebih dari Sekadar Lari
Contoh Iklan

Tabengan.com – Awal tahun identik dengan resolusi hidup sehat. Banyak orang kembali rutin berlari, berlatih di gym, atau sekadar menghitung langkah harian dengan bantuan aplikasi kebugaran. Namun di balik manfaatnya, muncul peringatan serius soal privasi aplikasi kebugaran yang patut diwaspadai.

Aplikasi populer seperti Fitbit, Strava, dan Nike Training Club memang dirancang untuk membantu pengguna mencapai target kebugaran. Namun laporan terbaru mengungkap bahwa sebagian aplikasi tersebut berpotensi mengumpulkan data jauh lebih banyak dari yang dibutuhkan.

Studi Surfshark: Siapa Paling Rakus Data?

Perusahaan VPN dan keamanan data Surfshark merilis laporan terbaru yang membandingkan 16 aplikasi kebugaran teratas berdasarkan praktik pengumpulan data mereka.

Analisis ini dilakukan dengan menelusuri halaman App Store Apple, yang mencantumkan hingga 35 jenis data unik dalam 16 kategori titik data, mulai dari identitas pengguna hingga informasi sensitif.

Data tersebut kemudian dievaluasi berdasarkan:

  • jumlah data yang dikumpulkan,
  • jenis data,
  • serta bagaimana data tersebut digunakan dan dibagikan.

Hasilnya mengindikasikan bahwa isu privasi aplikasi kebugaran bukan sekadar teori, melainkan praktik nyata di banyak aplikasi populer.

Fitbit Paling Banyak Mengumpulkan Data

Dalam laporan tersebut, Fitbit menempati posisi teratas sebagai aplikasi paling banyak mengumpulkan data. Fitbit tercatat mengambil 24 dari 35 jenis data unik yang didefinisikan Apple—hampir dua kali lipat dari rata-rata aplikasi kebugaran lainnya.

Sebagian data memang digunakan untuk mendukung fungsi inti aplikasi, seperti pemantauan kesehatan dan aktivitas. Namun, volumenya tetap memunculkan pertanyaan besar soal batas kewajaran pengumpulan data.

Dalam konteks privasi aplikasi kebugaran, Fitbit menjadi contoh ekstrem betapa detailnya jejak digital pengguna bisa direkam.

Strava Unggul dalam Pelacakan di Luar Fungsi Inti

Sementara Fitbit unggul dari sisi kuantitas, Strava justru memimpin dalam kategori yang lebih mengkhawatirkan.

Surfshark menyebut Strava sebagai aplikasi yang berpotensi memanfaatkan data paling banyak di luar fungsionalitas aplikasi, dengan 21 jenis data terlacak. Data ini berpotensi digunakan untuk:

  • personalisasi produk,
  • analitik lanjutan,
  • hingga pemasaran dan penargetan iklan.

Dengan kata lain, privasi aplikasi kebugaran pengguna Strava bisa meluas ke ranah komersial, bukan hanya sekadar pencatatan aktivitas lari atau bersepeda.

Lokasi Tepat dan Data Sensitif Ikut Dikumpulkan

Temuan lain yang tak kalah penting adalah soal data lokasi dan informasi sensitif.

  • Empat aplikasi, termasuk Strava dan Runna, mengumpulkan lokasi tepat (precise location) yang terhubung langsung dengan pengguna.
  • Enam aplikasi mengumpulkan lokasi kasar, di mana Nike Training Club dan Peloton diketahui membagikan data tersebut dengan pihak ketiga.

Lebih mengkhawatirkan lagi, laporan menemukan empat aplikasi yang mengumpulkan informasi sensitif, seperti:

  • ras atau etnis,
  • detail kehamilan,
  • hingga opini politik.

Surfshark secara khusus menyoroti Nike Training Club sebagai salah satu aplikasi yang mengumpulkan data sensitif dan membagikannya ke pihak ketiga. Dalam konteks privasi aplikasi kebugaran, ini jelas menjadi lampu merah bagi pengguna.

Tidak Semua Aplikasi Buruk

Kabar baiknya, tidak semua aplikasi kebugaran bersikap agresif dalam pengumpulan data.

  • Centr tercatat sebagai aplikasi dengan pengumpulan data paling minim, hanya tiga jenis data: ID pengguna, interaksi produk, dan data kerusakan.
    Namun, ketiga data tersebut tetap dikaitkan dengan pengguna.
  • PUSH menonjol sebagai aplikasi paling ramah privasi, karena data yang dikumpulkan:
    • tidak dihubungkan dengan identitas pengguna,
    • hanya digunakan untuk fungsi inti aplikasi.

Temuan ini menunjukkan bahwa perlindungan privasi aplikasi kebugaran sangat bergantung pada kebijakan masing-masing pengembang.

Kenapa Ini Perlu Diwaspadai?

Data kebugaran bukan sekadar angka langkah atau jarak lari. Ketika dikombinasikan dengan:

  • lokasi,
  • identitas perangkat,
  • kebiasaan harian,

data tersebut bisa membentuk profil perilaku pengguna yang sangat detail. Jika dibagikan ke pihak ketiga, risikonya meluas ke penargetan iklan agresif, pelanggaran privasi, hingga potensi kebocoran data.

Di era ekonomi data, aplikasi gratis sering kali “dibayar” dengan informasi pribadi pengguna.

Apa yang Bisa Dilakukan Pengguna?

Untuk menjaga privasi aplikasi kebugaran, pengguna disarankan:

  • meninjau label privasi di App Store atau Play Store,
  • membatasi izin lokasi dan sensor yang tidak diperlukan,
  • menghindari aplikasi yang membagikan data sensitif ke pihak ketiga,
  • serta mempertimbangkan aplikasi yang lebih transparan dan minimalis dalam pengumpulan data.

Kesimpulan

Laporan Surfshark menjadi pengingat penting bahwa aplikasi kebugaran tidak hanya melacak aktivitas fisik, tetapi juga jejak digital penggunanya.

Fitbit dan Strava memang menawarkan fitur canggih, tetapi dibalik itu tersimpan praktik pengumpulan data yang luas. Dalam memilih aplikasi, pengguna kini perlu menimbang bukan hanya fitur dan tampilan, tetapi juga komitmen terhadap privasi aplikasi kebugaran.

Karena pada akhirnya, tubuh boleh sehat—tetapi data pribadi tetap harus aman.

Contoh Iklan
Contoh Iklan
Contoh Iklan