Keberadaan SPG PGRI Tonggak Sejarah Bidang Pendidikan

1453
Reuni lintas angkatan SPD PGRI Muara Teweh
Reuni lintas angkatan SPD PGRI Muara Teweh

MUARA TEWEH/tabengan.com – Wakil Gubernur Kalimantan Tengah (Wagub Kalteng) Habib Said Ismail dan Bupati Barito Utara (Barut) H Nadalsyah, Wakil Ketua II DPRD Barito Utara H AcepTion SH, serta pera pejabat lainnya, menghadiri Reuni Lintas angkatan SPG PGRI Muara Teweh, di Gedung Balai Antang, Kamis (27/4).

Pada kesempatan itu Bupati Nadalsyah mengatakan, sejarah tidak bisa dihapus begitu saja, sejarah adalah catatan penting tentang suatu peristiwa. Keberadaan SPG PGRI Muara Teweh dalam dekade tahun 1983 sampai dengan 1992 adalah tonggak sejarah khususnya dibidang pendidikan.

Dengan segala keterbatasan yang ada pada saat itu, bahkan dari awal berdiri sampai dengan angkatan terakhir sekolah ini tidak memiliki gedung sekolah, atau menumpang di sekolah lain.

“Namun nyatanya SPG PGRI Muara Teweh telah mampu melahirkan para alumni yang sukses, tenaga-tenaga pendidik yang handal, melahirkan guru-guru yang profesional,” katanya.

Dia juga mengungkapkan, dekade tahun 1983 sampai dengan 1992, disadari betul bahwa Kabupaten Barito Utara sangat kekurangan guru, umumnya tenaga pendidik tidak sebanding dengan jumlah sekolah yang ada, kebutuhan akan tenaga pendidik perlahan-lahan terjawab dengan berdirinya SPG PGRI Muara Teweh walaupun masih sekolah pararel, karena induknya berada di SPG Negeri Buntok.

“Kebijakan pemerintah menghentikan program SPG pada tahun 1993, kemudian menggantinya dengan program PGSD merupakan upaya pemerintah dalam meningkatkan kualitas guru, yang suka atau tidak suka harus diikuti dan sesuaikan,” ujar lelaki yang akrab disapa Koyem ini.

Dikemukakannya, kualitas guru-guru lulusan SPG tidak kalah dengan lulusan PGSD saat ini. Begitu pula lulusan SPG masa lalu saat ini sebagian besar sudah mengikuti penjenjangan ke PGSD Strata 1, hal ini tentu akan lebih meningkatkan kompetensi yang dimiliki semakin meningkat.

“Reuni lintas angkatan SPG PGRI Muara Teweh kali ini membuktikan bahwa “Mereka Ada” bukan pernah ada, mereka hadir ditengah-tengah kita para pahlawan tanpa tanda jasa ini telah mendedikasikan pengabdiannya kepada negara, khususnya pengabdian dibidang pendidikan, sudah sepantasnyalah kita berikan apresiasi yang setinggi-tingginya,” katanya.c-ryu

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here