Pegawai KPPN Meninggal di Rumah Dinas

591
Jenazah pegawai KPPN
Jenazah pegawai KPPN

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Warga di kawasan Jalan Antang, tepatnya di Kompleks Perumahan Dinas Kanwil Kantor Pelayanan Pembendaharaan Negara (KPPN), heboh menyusul ditemukannya Ahmad Tamsir Raya (56), dalam kondisi meninggal dunia di kamar tidur rumah dinas yang ditempatinya, Minggu (19/3) sekitar pukul 08.00 WIB.

Saat ditemukan, tubuh korban yang sehari-hari menjabat Kepala Seksi Pencairan Dana KPPN Palangka Raya tersebut dalam kondisi telentang di kamar tidur dengan hanya menggunakan sarung dan baju. Sedangkan dari bagian hidung mengeluarkan darah.

Korban baru diketahui telah meninggal dunia setelah pihak keluarganya yang tinggal di Banjarmasin menghubungi sejak subuh namun tidak ada jawaban. Karena curiga, pihak keluarga pun menghubungiSuharto, tetangga sekaligus rekan kerja korban.

Ketika didatangi ke rumah, tidak ada sahutan. Suharto bersama pihak keluarga korban lalu membuka paksa pintu rumah dan menemukan korban sudah tidak bernyawa lagi. Kemudian warga menghubungi pihak kepolisian.

“Anaknya di Banjarmasin nelpon saya minta untuk lihatkan ayahnya, karena ditelpon tidak diangkat-angkat. Saya intip dari jendela, almarhum terbaring di kasur dalam posisi telentang dan hidung mengeluarkan darah, korban sudah meninggal dunia,”kata Suharto.

Dijelaskan, korban pindah ke Palangka Raya sejak 2015 lalu dari Kantor Surabaya. Suharto mengaku terakhir kali bertemu korban pada sore hari saat membersihkan rumput di depan rumah.
“Tidak kelihatan sedang sakit. Sehat-sehat saja,” jelas salah satu warga.

Usai ditemukan, polisi mmembawa jenazah ke RSUD dr Doris Sylvanus untuk menjalani visum et refertum.

Sementara, Kapolres Palangka Raya AKBP Lili Warli yang langsung datang ke lokasi kejadian mengungkapkan dari gambaran awal indikasinya almarhum meninggal dunia karena sakit.

“Almarhum kemungkinan mengidap penyakit jantung. Namun untuk memastikan itu kita menunggu hasil dari dokter forensik, apa karena sakit atau lainnya,” ucap Kapolres.

Senada, dr Ricka Brillianty menjelaskan dari hasil visum, korban meninggal dunia diduga karena sakit yang diderita sejak lama. “Kemungkinan besar meninggal karena sakit yang diderita sejak lama. Di tubuh korban juga tidak ditemukan luka-luka, meninggalnya diperkirakan sudah 4 jam lamanya,” tuturnya. fwa

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here