Penderita HIV Stadium I Masih Sering Berhubungan Seksual

1597
Faisal Novendra Cahyanto
Faisal Novendra Cahyanto

Tabengan.com – Penyakit HIV/AIDS saat ini masih menjadi momok menakutkan bagi seluruh masyarakat di dunia, karena belum ada obat yang mampu menyembuhkannya. Apalagi, orang yang terinveksi HIV yang masih dalam stadium 1, belum ada gejala yang terlihat.

“Karena belum ada gejala yang terlihat, makanya orang yang terinveksi HIV pada stadium I ini masih aktif melakukan hubungan seksual. Karena dia belum tahu sudah terinveksi HIV, dan terlihat seperti orang sehat,” terang Kepala Dinas Kesehatan Kotim, dr Faisal Novendra Cahyanto, dalam sebuah kegiatan di Aula Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Sabtu (22/4).

Ketika sudah memasuki stadium 2, terang dr Faisal, orang yang terinfeksi HID sudah ada gejala yang terlihat. Seperti muncul sariawan di bibir, mencret, dan rambut berketombe. Ketika memasuki stadium 3, kondisi penderita sudah berbadan kurus dan tubuh panas.

Menurutnya, saat ini belum ada obat yang bisa menyembuhkan HIV/AIDS ini. Yang ada, lanjutnya, adalah obat yang dapat memperpanjang masa hidup penderita, yaitu dengan meminum Antiretroviral. “Antiretroviral ini menahan saja, bukan mengobati. Sembuh tidak mungkin, tapi bisa bertahan hidup lebih lama,” tandasnya.

Untuk pemeriksaan penderita HIV/AIDS, lanjutnya, nama penderita yang terinfeksi tidak boleh dibuka ke publik. “Tak boleh dibuka data siapa nama penderita HIV. Dalam pemeriksaan pun pakai kode, kalau ada yang terinfeksi maka langsung ditelurlsuri,” ungkapnya.

Pencegahan untuk penularan HIV/AIDS ini, jelasnya, terus dilakukan. Seperti di rumah sakit, ampah jarum harus dimusnahkan tak boleh dibuang begitu saja. Metode yang kerap disosialisasikan untuk pencegahan HIV/AIDS ini adalah metode ABCDE. Yaitu Abstinence atau puasa seks, Be Faithful atau setia, Condom atau menggunakan kondom saat berhubungan badan, Drugs atau menjauhi narkoba dan tidak menggunakan jarum suntik secara bergantian. Serta Education atau Pendidikan, yaitu mengikuti penyuluhan kesehatan tentang hal-hal yang berkaitan dengan HIV/AIDS. c-arb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here