Sulit Bahan Baku, Usaha Batako Terancam Gulung Tikar

1981
Pengusaha Batako di Sampit
Pengusaha Batako di Sampit

Tabengan.com – Terkait penertiban tambang galian C karena banyak yang belum memiliki izin, ternyata juga berdampak serius terhadap pelaku usaha pembuatan batako. Saat ini pengusaha batako mulai kesulitan mendapatkan bahan baku pasir cor untuk meneruskan usaha mereka. Jika persoalan ini tidak segera dicarikan solusi, bukan tidak mungkin usaha batako ini akan gulung tikar.

“Saat ini kita masih mengandalkan stok pasir yang ada saja. Kalau ini habis kita tidak bisa pesan, karena infonya saat ini sedang ada penertiban, dan tidak jelas kapan material pasir cor ini tersedia lagi,” terang Hatmansyah, seorang pekerja di usaha batako yang ada di Jalan Ir H Juanda, Desa Telaga Baru Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kotim, Senin (17/4).

Menurutnya, stok pasir yang mereka miliki paling cukup untuk dua hari. Setelah itu jika tidak ada juga yang menyediakan pasir, maka mereka akan tutup. “kalau materialnya tidak ada, apa yang mau dikerjakan. Beda halnya jika harganya naik, itu masih bisa dibeli paling kita yang menaikkan harga batakonya. Namun saat ini kan pasirnya yang tidak ada,” jelasnya.

Hal tersebut, jelasnya, tentunya akan berpengaruh terhadap penghasilan mereka. “Mudah-mudahan ada solusi terkait dengan masalah ini, sehingga usaha kita tidak sampai tutup. Kalau tidak kerja, tentunya kita tidak ada penghasilan,” tandasnya.

Untuk harga batako sendiri, jelas Hatmansyah, saat ini harganya di kisaran harga Rp2.000 per buah. Selain membuat batako, pihaknya juga membuat gorong-gorong dengan harga Rp100 ribu per buah.

“Permintaan batako masih normal, namun dengan kondisi cuaca seperti sekarang ini waktu untuk mengeringkannya lebih lama. Biasa kalau cuaca panas, sekitar lima hari sudah kering. Kalau sering hujan seperti saat ini setidaknya perlu waktu satu minggu baru kering,” pungkasnya.

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here