Mers CoV, 1 Penumpang Lion Air Dievakuasi

242
Simulasi Penanggulangan Merv

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Petugas Kantor Kesehatan Pelabuhan (KKP) di Palangka Raya terlihat sibuk di Bandar Udara Tjilik Riwut pada Rabu (12/4). Hadir juga dari pihak RSUD dr Doris Sylvanus, Kepolisian, TNI dan Dinas Kesehatan Provinsi Kalteng, Pemerintah Daerah dan Kementerian Agama karena berkaitan dengan haji, pihak Bandara dan Kepala KKP beserta seluruh jajarannya.

Pasalnya, pihak KKP menerima kabar dari Unit Penyelenggara Bandar Udara (UPBU) Tjilik Riwut bahwa ada penumpang pesawat Lion Air Boeing 737 dari Surabaya tujuan Palangka Raya mengalami demam tinggi, batuk, sesak nafas dan batuk, sehingga diduga terinfeksi Mers CoV.

Sebelumnya UPBU Tjilik Riwut dihubungi oleh Direktur Lembaga Penyelenggara Pelayanan Navigasi Penerbangan Indonesia (AirNav) yang menerima kabar dari kru kabin di pesawat bahwa ada penumpang yang mengeluhkan sedang demam tinggi, batuk, sesak nafas dan batuk.

Tim terdiri dari tim evakuasi, verifikasi, disinfeksi dan isolasi langsung bersiaga di bandara guna mengevakuasi terduga Mers CoV dari pesawat. Sejumlah mobil ambulan disiagakan dilengkapi dengan tim evakuasi yang sudah mengenakan pakaian khusus untuk mengevakuasi terduga Mers CoV. Pukul 10.50 WIB, pesawat mendarat dan tim yang sudah siaga bergegas menuju pesawat menggunakan mobil ambulan.

Setelah melakukan evakuasi, selanjutnya terduga Mers CoV dibawa ke tenda isolasi untuk melakukan pemeriksaan. Di tenda tersebut sudah ada tim medis dengan pakaian khusus, untuk memeriksa apakah penumpang tersebut positif Mers CorV atau tidak.

Demikian simulasi yang digelar oleh KKP Palangka Raya dalam rangka menangani jika ada penumpang pesawat yang baru pulang dari perjalanan ke Timur Tengah dan mengalami keluhan mirip dengan gejala Mers CoV.

Simulasi ini diawali dengan apel gabungan dari berbagai unsur kesehatan, TNI dan Kepolisian, dipimpin langsung oleh Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (P2P) Kementerian Kesehatan RI, dr H Mohamad Subuh MPPM.

Usai simulasi, KKP yang merupakan kantor kesehatan perwakilan dari Kemenkes RI dengan tugas pokoknya melakukan upaya cegah tanggap terhadap penyakit menular mempunyai potensi untuk terjadinya wabah, seperti Mers CoV, Zika, Flu Burung dan lain sebagainya.

“Untuk itu saya kira kita harus melakukan kesiapsiagaan, kita mempunyai rencana kontingensi dalam bentuk tertulis. tapi yang paling penting bahwa rencana kontingensi dalam bentuk tertulis ini harus bisa dilaksanakan. Hari ini kita mulai dengan simulasi kerja sama antarlintas sektor, itu yang paling penting, bukan hanya kesehatan saja,” kata Subuh.

Simulasi ini dilakukan dengan tujuan untuk melihat jika terjadi sesuatu yang tidak diinginkan seperti orang tertular dari umrah, walaupun Bandara Tjilik Riwut bukan penerbangan langsung keberangkatan umrah maupun haji. Tetapi perlu diingat setiap kali pulang dari umrah pasti diawasi selama dua minggu karena Standar Operasioanal Prosedurnya (SOP) demikian dan diatur dalam International Health Regulations (IHR) tentang penyakit yang dapat menimbulkan suatu kejadian yang dapat meresahkan masyarakat dunia contohnya penyakit menular.

Untuk itu perlu adanya antisipasi kemungkinan adanya penyakit import yang bisa menular dan meresahkan masyarakat. “Saya kira hari ini kita telah melaksanakan simulasi dengan baik, koordinasinya juga cukup baik, didukung oleh semua sektor, karena tidak hanya urusan bandara, tapi wilayah baik kabupaten kota maupun provinsi, maka itu perlunya suatu kegiatan yang terintegrasi, sinkron, sehingga kita siap menghadapi segala kemungkinan yang bisa terjadi,” imbuh Subuh.

Menularnya sutau penyakit tidak bisa diprediksi, tiba-tiba merebak begitu saja, sekuat apapun negara apabila sudah masuk dan mewabah suatu penyakit menular, maka akan membuat panik seluruh masyarakat. Untuk itu, perlu antisipasi dan siaga sejak dini. Simulasi ini diakhiri dengan peresmian Kantor KKP di Jalan Adonis Samad. yml

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here