Cekcok Mulut, Teman Sendiri Dibunuh

99
ilustrasi bunuh teman
Ilustrasi

KASONGAN/tabengan.com – Pertengkaran berdarah terjadi di Desa Tumbang Manggu, Kecamatan Sanaman Mantikei, Kabupaten Katingan, Kamis (30/11) sekitar pukul 23.00 WIB. Residivis kasus pembunuhan, Yanto, membunuh temannya sendiri yang biasa berkumpul bersama-sama, setelah cekcok mulut.

Saat itu, Yanto berkumpul bersama teman-temannya di salah satu rumah warga di Desa Tumbang Manggu. Tak lama datang Andi (36), warga desa yang sama. Entah dipicu masalah apa, Yanto dan Andi terlibat pertengkaran mulut, yang berujung penikaman. Yanto menikam Andi dari belakang menggunakan pisau.

“Tersangka ini melakukan penusukan lantaran sudah pernah membunuh, sehingga saat terjadi percekcokan dengan korban dia langsung mencabut senjata tajam dan menusuknya,” kata Kapolsek Sanaman Mantikei dan Petak Malai Iptu Kusean Arfandi, Jumat (1/12).

Menurut Kusean, saat ini kasus pembunuhan ini masih dalam penyelidikan. Pasalnya, warga kampung tidak ingin menjadi saksi. Padahal saat kejadian ada di TKP. Namun pihak Kepolisian berupaya untuk menyampaikan dengan kesadaran hukum kepada warga yang berada di tempat itu.

“Sekarang sudah ada 2 saksi yang bersedia memberikan keterangan karena sebelumnya hanya keluarga korban yang menjadi saksi saat kejadian,” ujar Kusean.
Dijelaskannya, saat terjadi percekcokan, teman-teman mereka sempat melerai. Andi kemudian diantar pulang. Namun belum jauh berjalan, tiba-tiba korban ditusuk Yanto dari belakang.

Andi yang bersimbah darah tertatih-tatih berjalan. Saksi Sudie S Uan (53) yang hendak buang iar kecil melihatnya dari arah berlawanan, dan terjatuh di dapur dengan tubuh tengkurap.

Saksi lain, Kusnadi yang berada di barak kontrakan, keluar dari kamar untuk meminta pertolongan warga. Selanjutnya korban yang bersimbah darah dibawa ke sebuah rumah tak jauh dari tempat kejadian. Namun, tak lama kemudian korban tewas. Ia mengalami 2 luka tusuk di dada kanan dan dada kiri.

“Saat itu setelah kejadian penusukan anehnya orang banyak yang berada di TKP menghindar semua dan tidak mau menjadi saksi. Namun setelah dilakukan pendekatan akhirnya ada yang ingin menjadi saksi dan motifnya sudah jelas terjadi cekcok sebelum penusukan. Sementara Yanto sekarang masih dalam pengejaran,” kata Kusean. c-sus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here