Hobi Koleksi 1.200 Botol Berisi Surat

98
koleksi 1200 botol berisi surat

ZANDVOORT/tabengan.com – Selama 34 tahun terakhir, pria bernama Wim Kruiswijk ini memiliki hobi yang sangat unik. Pria berusia 68 tahun itu mengoleksi sekitar 1.200 pesan di dalam botol. Tidak hanya mengoleksi, ia juga membalas pesan-pesan tersebut.

Hobi unik itu dijalaninya pertama kali pada 1983 ketika menemukan tiga botol di sebuah pantai di Zandvoort, Belanda. Setiap botol berisi beberapa pucuk surat dan alamat balasan. Wim lantas membalas ke tiga alamat yang tertera dan terkejut saat menerima balasan dari surat-surat tersebut.

Pengalaman pertama tersebut begitu mengesankan baginya. Wim kemudian tertarik untuk memburu dan mengoleksi pesan-pesan di dalam botol hingga saat ini.

“Saya menemukan pesan-pesan dalam botol itu di Pantai Zandvoort, tempat saya tinggal, dan pulau-pulau di sekitar Belanda. Pesan-pesan dalam botol adalah pesan yang lambat. Butuh berhari-hari, berminggu-minggu, atau berbulan-bulan untuk menemukan satu botol,” terang Wim Kruiswijk, melansir dari Oddity Central, Kamis (23/11).

Ia mengaku bisa menemukan hingga 50 botol dalam satu tahun puluhan tahun lalu. Tetapi, sejak 2000 angka tersebut semakin menurun menjadi 20-30 botol, terutama karena upaya pembersihan pantai. Selain itu, Wim percaya internet juga berkontribusi terhadap kemerosotan tersebut.

“Saya dulu mendapat balasan dari setengah jumlah botol yang sama jawab. Sekarang semakin berkurang. Banyak orang yang menginginkan kepuasan instan,” tukas Wim Kruiswijk.

Sebagai seorang pensiunan pegawai perpustakaan, kebiasaan menumpuk koleksi tersebut terlihat dari botol-botol yang disimpannya. Ribuan botol itu ditaruh di folder plastik yang tersegel.

Mengirim pesan dalam botol sudah dilakukan oleh manusia sejak pertama kali dilakukan filsuf Yunani bernama Theophrastus pada 310 Sebelum Masehi (SM) guna mengetahui arus air. Kebiasaan itu masih dilakukan oleh peneliti pada zaman sekarang untuk mengetahui sirkulasi air laut.

Selain itu, pesan dalam botol juga berguna untuk mengirim pesan darurat dari pelaut-pelaut yang terdampar. Namun, kebiasaan itu lama-kelamaan bergeser dengan tujuan mencari sahabat pena atau membuang abu jenazah yang dikremasi. o-zon

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here