Kalteng Putra Kandas di Babak 8 Besar

281
Suporter Kalteng Mania di palangka raya
Suporter Kalteng Mania sedih setelah Kalteng Putra dipastikan gagal ke babak selanjutnya, Kamis (16/11).(tabengan/yulianus)

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Masyarakat Kalteng dan manajemen Kalteng Putra harus mengubur mimpinya untuk melihat tim kebanggaannya bisa tampil di liga sepakbola tertinggi di Indonesia musim depan. Pasalnya, Kalteng Putra kalah 1-2 dalam pertandingan penentu saat menghadapi Martapura FC di babak 8 besar Liga 2 Indonesia, Kamis (16/11), di Stadion Singaperbangsa, Karawang, Bekasi.

Sebenarnya, pertandingan kedua tim ini berjalan cukup seru, karena sama-sama ingin meraih kemenangan. Pada babak pertama, kedua tim sudah bermain dalam tempo tinggi, saling jual beli serangan. Namun di awal babak pertama Martapura lebih unggul dalam membangun serangan, sehingga langsung berhasil mencetak gol pada menit 10.

Selepas gol ini, Kalteng Putra mulai meningkatkan intensitas serangannya. Namun umpan-umpan panjang yang dilepaskan oleh Ade Suhendra tidak maksimal dan gampang diantisipasi pemain belakang Martapura. Galih Sudaryono dan kawan-kawan kembali membuka harapan setelah M Rais berhasil menyamakan kedudukan menjadi 1-1 menit 35. Gol ini bertahan hingga pertandingan babak pertama usai.

Memasuki babak kedua, Kalteng Putra lebih dominan dalam serangan dan menguasai jalannya pertandingan. Namun serangan yang dibangun kandas di kaki para pemain Martapura. Sementara Martapura hanya mengandalkan serangan balik.

Petaka datang bagi Kalteng Putra saat pertandingan memasuki pertengahan babak kedua. Pemain belakang Kalteng Putra, Bursanudin Ahya yang berniat memotong laju umpan datar dari pemain Martapura di sisi kiri pertahanan. Namun malah mengarah ke sudut kiri gawang Galih Sudaryonopun yang dibuat mati langkah, sehingga mengubah skor menjadi 2-1 untuk keunggulan Martapura.

Selepas gol ini, Kalteng Putra berusaha menyamakan skor dan mengurung Martapura FC di dalam garis 16. Bahkan pelatih Kalteng Putra, Kas Hartadi memasukkan Eksel Runtukahu untuk mempertajam lini serang, namun belum juga mampu menyamakan skor.

Bahkan pemain Kalteng Putra, Yericho Christiantoko harus diusir wasit keluar lapangan karena melakukan tekel dengan 2 kaki. Hingga pertandingan memasuki tambahan waktu yang diberikan wasit, skuat Isen Mulang tak mampu mencetak gol dan harus tersingkir dari persaingan untuk lolos ke Liga 1.

Diwarnai Isak Tangis
Kekalahan tim Kalteng Putra ternyata juga turut meninggalkan kesedihan bagi para fans setianya yang tergabung dalam Kalteng Mania.

Pada laga penentuan Kalteng Putra vs Martapura FC, warga Palangka Raya bersama Kalteng Mania menggelar nonton bareng di halaman depan Rumah Jabatan Gubernur Kalteng, Kamis.

Meski panas terik matahari, namun tidak menyurutkan tifosi masyarakat dan suporter Kalteng Mania untuk tetap mendukung Kalteng Putra. Sebelum laga dimulai, para pendukung melakukan doa bersama.

Selepas pluit tanda babak pertama dimulai tampak ketegangan dari wajah masyarakat yang menonton diiringi dengan gemuruh gendang dan nyanyian sorak sorai dari para suporter Kalteng Mania yang hadir.

Pada menit-menit awal Kalteng Putra berhasil kebobolan gol oleh Martapura FC yang membuat para penonton tampak kecewa dan menambah perasaan was-was akan nasib dari tim Kalteng Putra. Tapi hal itu tidak menyurutkan nyanyian dan sorak sorai dari para suporter Kalteng Mania yang tetap semangat, meski tidak hadir langsung menonton laga penentuan tersebut.

Doa dari masyarakat Kalteng dan suporter Kalteng Mania terjawab. Wajah tegang berganti menjadi lompatan keceriaan dan sorak sorai setelah Kalteng Putra berhasil menyamakan skor di punghujung babak pertama.

Warga dan suporter Kalteng Mania masih bisa menarik nafas panjang sebelum babak kedua dimulai. “Semoga Kalteng Putra bisa bermain lebih tenang lagi dan meraih hasil maksimal di babak kedua nanti. Mari kita doakan bersama,” ucap MC dalam acara nonton bareng itu.

Babak kedua dimulai, nyanyian sorak sorai dan gemuruh gendang dari Kalteng Mania dan warga kembali terdengar. Namun teriakan dukungan itu tiba-tiba hilang, berganti dengan kekecewaan dan rasa seakan tidak percaya setelah Kalteng Putra kembali kebobolan oleh Martapura FC. Ditambah gol tersebut merupakan gol bunuh diri oleh pemain Kalteng Putra.

Isak tangis pun pecah dari suporter Kalteng Mania, saat wasit meniup pluit tanda berakhirnya pertandingan. Sejumlah suporter Kalteng Mania tampak menenangkan rekannya yang menangis tersebut.

“Sudah kawan, tetap semangat, masih ada tahun depan. Kita harus tetap mendukung Kalteng Putra, meski sudah gugur,” ucap seorang suporter Kalteng Mania. yml/nus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here