Ular Sanca Nyaris Serang Petugas Kebersihan

234
ular sanca yang menyerang petugas di sampit
Seorang petugas kebersihan menaklukan ular sanca dengan cara menangkap kepalanya saat sedang membersihkan drainase di Jalan Kaswari II, Kota Sampit, Kotim, Kamis (16/11).

SAMPIT/tabengan.com – Seekor ular sanca dengan panjang sekitar tiga meter nyaris menyerang petugas kebersihan di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Kabupaten Kotawaringin Timur (Kotim).

Peristiwa itu terjadi saat sejumlah petugas melakukan pembersihan drainase di Jalan Kaswari II, Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Kamis (16/11).

Rahman, petugas PUPR Kotim, mengungkapkan, ular sanca tersebut berada di dalam gorong-gorong drainase. “Saat itu, kami sedang menggali drainase yang dangkal, tiba-tiba ada ular sanca yang hendak menyerang, kami langsung kaget,” ujar Rahman.

Dia dan teman-temannya sempat terkejut saat melihat ular tersebut dalam posisi siaga hendak menggigit. “Beberapa teman langsung naik ke atas, karena takut diserang ular tersebut. Hanya tinggal saya seorang yang berupaya melakukan penangkapan terhadap ular itu,” jelas Rahman.

Setelah menyerang, ular sanca itu sempat mau kabur dan memberikan perlawanan saat Rahman berusaha menangkapnya. “Untuk menangkapnya, tubuh ular tersebut dipukul agar bisa mengalihkan perhatiannya,” lanjutnya.

Setelah sekitar 10 menit, barulah ular berhasil ditangkap. Penangkapan ular ini sempat menjadi tontonan masyarakat sekitar dan pengguna jalan. Apalagi lokasi penangkapan berdekatan dengan Kantor PLN, sehingga menyita perhatian warga setempat.

Selanjutnya ular dibawa Rahman pulang ke rumah keluarganya. Saat ini dirinya juga bingung hendak diapakan ular tersebut. Namun untuk sementara dia amankan lebih dulu.

“Kalau ada yang mau membelinya atau Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) mau mengevakuasi, saya persilakan saja. Karena bingung juga mau saya apakan ular tersebut,” tandasnya.

Penemuan ular sanca tersebut tidak kali ini saja, namun dalam sebulan terakhir sudah tiga kali mereka menemukan jenis ular yang sama. Bahkan untuk ukurannya lebih besar lagi. “Sudah sering kami temukan ular sanca saat membersihkan drainase, beruntung tidak ada yang jadi korban,” pungkas Rahman.

Ular sanca termasuk jenis yang tidak berbisa. Namun demikian, ular ini biasanya membunuh mangsanya dengan membelit hingga tulang mangsanya remuk dan kemudian menelannya. Pada musim penghujan seperti saat ini, ular sanca kerap terlihat di sekitar kawasan pemukiman penduduk dan gorong-gorong. c-arb

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here