Peringatan Harhubnas Digelar Sederhana

560
peringatan harhubnas di kobar
Bupati Kobar Hj Nurhidayah saat menyerahkan pelampung secara simbolis sebagai alat keselamatan kepada motoris speedboat, bertepatan peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) 2017 di Pelabuhan Panglima Utar Kumai.

PANGKALAN BUN/tabengan.com – Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Barat menggelar peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tahun 2017 di Pelabuhan Panglima Utar Kumai, Senin (18/6). Diharap melalui Harhubnas, Pemkab Kobar akan meningkatkan transportasi agar mempunyai daya saing tinggi.

Bupati Kobar Nurhidayah saat membacakan sambutan Menteri Perhubungan RI Budi Karya Sumadi mengatakan Harhubnas tahun 2017 ini mengangkat tema “Kita tingkatkan solidaritas, sinergitas, dan kerjasama dalam mewujudkan transportasi yang handal berdaya saing dan memberikan nilai tambah”. Sejalan dengan tema, insan perhubungan harus bisa mewujudkan hal tersebut.

“Momentum harhubnas ini kita tingkatkan terus pelayanan kepada masyarakat. Serta insan perhubungan agar tidak henti-hentinya bekerja di bidangnya masing-masing,” katanya.

Lanjutnya, peningkatan pelayanan juga harus diutamakan sehingga kepercayaan masyarakat terhadap institusi pemerintah khususnya insan perhubungan terus meningkat.

Peningkatan pelayanan juga untuk mencegah dan menghindari hal yang tidak diharapkan.
“Dengan adanya kerja nyata maka dapat meningkatkan kepercayaan masyarakat. Kemudian peningkatan layanan ini juga berdampak bagus dan diharapkan angka kecelakaan di darat, laut, dan udara dapat diminimalisir,” jelasnya.

Diharapkan pula kepada semua insan perhubungan di tingkat pusat hingga daerah dapat meningkatkan soliditas, sinergitas, dan kerjasama dalam mewujudkan transportasi yang handal berdaya saing. Dimana upaya peningkatan disesuaikan dengan kondisi daerah.

Ditambahkan Bupati, peringatan Harhubnas ini harus dijadikan renungan bersama. Pasalnya banyaknya kejadian kecelakaan baik di darat dan laut yang menelan korban, seperti kejadian KM Senopati yang tenggelam dan banyak korbannya adalah masyarakat Kobar. Di udara yang masih menjadi ingatan yakni jatuhnya pesawat Air Asia QZ 8501 di Selat Karimata, Kobar.

“Semua kejadian itu harus kita renungkan bersama untuk kedepan hal tersebut tidak terjadi lagi. Insan perhubungan memang harus terus gencar mengingat untuk mengutamkan faktor keselamatan. Kami tidak mengharapkan ada kasus kecelakaan baik di darat, laut, dan udara,” bebernya.c-uli

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here