Kotim Masih Siaga Darurat Bencana

513
rapat siaga bencana di kotim
Plt Sekda Kotim Halikinnor saat memimpin rapat evaluasi Karhutla di ruang rapat Setda Kotim.

SAMPIT/tabengan.com – Kabupaten Kotawaringin Timur (kotim) masih melanjutkan penetapan status siaga darurat bencana asap yang telah ditetapkan pada 4 Agustus lalu. Hal itu dikarenakan potensi terjadi kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) di wilayah itu masih tergolong tinggi.

“Terpantau masih banyak muncul titik api beberapa hari terakhir, dan juga diprediksi ke depan masih panas dan kecenderungan mudah terbakar, untuk itu kita masih lanjutkan status siaga,” ungkap Pelaksana Tugas (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Kotim Halikinnor saat memimpin rapat evaluasi Karhutla di ruang rapat Setda Kotim, Selasa (19/9).

Selain itu, sejauh kejadian Karhutla, menurutnya ada sebanyak 48 Karhutla yang sebagian besar tidak berhasil dipadamkan. Kondisi lokasi kejadian yang tidak ada akses jalan serta lahan gambut menjadi kendala tim untuk melakukan pemadaman.

Sementara untuk anggaran, Pemkab menyediakan dana sebesar Rp 2 miliar. Sejauh ini pengajuan pencairan baru sebesar Rp 500 juta. Penetapan status juga sebagai dasar agar anggaran tersebut bisa segera cair dan digunakan untuk operasional tim di lapangan.
“Kalau ada keluhan masalah pencairan yang lambat bisa segera laporkan ke saya supaya saya bisa kordinasikan,” ujarnya.

Terkait adanya keluhan tim pemadam yang kekurangan peralatan ketika melakukan pemadaman di lapangan, menurutnya, Pemkab akan berupaya mencarikan jalan untuk pengadaan peralatan pemadaman. Tidak hanya bersumber dari APBD, namun rencananya pihaknya akan menggandeng pihak swasta untuk terlibat membantu peralatan pemadam portable.

Peralatan itu sangat diperlukan oleh tim di lapangan karena kebanyakan kejadian kebakaran terjadi di lokasi yang tidak terjangkau. Tidak ada akses jalan sehingga mobil pemadam tidak dapat masuk ke lokasi. Ditambah lagi ketersediaan air yang minin juga menjadi kendala para petugas di lapangan.

“Kita akan coba pihak perusahaan dengan program CSR-nya untuk terlibat membantu pengadaan peralatan pemadaman ini. Di samping juga saya harap nanti tiap desa melalui camat untuk turut melakukan pengadaan alat pemadam portable ini,” ungkapnya. c-may

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here