Sektor Pariwisata Jangan Sampai Ditinggalkan

481
Achmad Amur
Achmad Amur

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kalangan DPRD Provinsi Kalteng mengharapkan agar pariwisata menjadi lini yang mesti mendapat perhatian. Jangan sampai lini itu diabaikan dan kurang mendapat perhatian.

Apalagi Kalteng memiliki kearifan lokal yang dianggap mampu mengangkat sektor pariwisata di mata masyarakat nasional ataupun internasional.

Ada beberapa sektor yang tidak boleh luput dari pemantauan khususnya di bidang sarana, dan parasarana desa adat.

“Hal ini harus menjadi perhatian pemerintah baik provinsi atau kabupaten/kota,” ujar, Anggota Komisi C Achmad Amur kepada awak media belum lama ini.

Pihaknya selaku penyerap aspirasi akan mendukung langkah tersebut. Melalui itu, peningkatan di bidang masyarakat adat, seiring berjalan dengan pengembangan sektor wisata.

Dicontohkannya seperti sarana penunjang di pedesaan, seperti Bukit Rawi di Kecamatan Kahayan Tengah dan lainnya.

Kawasan itu, sudah ditetapkan sebagai salah satu desa adat. Peningkatan fasilitas di dalamnya harus berkaitan dengan adat istiadat lokal.

Hal itu bisa diwujudkan melalui pemeliharaan situs budaya serta agama termasuk Rumah Betang, Sandung dan lainnya. Terkait itu, pihaknya sudah menggelar reses ke wilayah tersebut.

Dari pantauannya, memang cukup baik. Bahkan ada jalan yang dibangun menggunakan kayu ulin. Artinya, tinggal bagaimana pengelolaannya saja. Tentunya perawatan dan pemeliharaan agar bisa menjadi daya tarik di kawaan tersebut.

“Jadi harus dimanfaatkan dengan baik, karena ini adalah salah satu situs bersejarah kita,” ucapnya.

Dijelaskannya, banyak wilayah lain yang memiliki potensi misalnya, saja sejumlah desa yang sudah mendapat predikat desa adat ataupun desa wisata di wilayah Kalteng.

Banyak hal-hal yang berkaitan, dengan wisata lokal. Kondisi itu cukup menarik. Pemerintah daerah sendiri di wilayah itu, terus mengembangkannya. Untuk itu dirinya berharap situs-situs tersebut wajib dilestarikan.

Masyarakat juga diimbau untuk harus ikut memelihara. Jangan sampai mengotori, dan merusak nilai-nilai budaya lokal tersebut. Pasalnya di kawasan desa adat, ada berbagai fasilitas lainnya.

Termasuk bagi pengunjung. Ini harus menjadi perhatian.”Kita menginginkan, situs bersejarah bisa awet hingga ribuan tahun mendatang, jadi mari sama-sama kita jaga,” tegasnya.

Pria murah senyum itu mengatakan, Kalteng juga memiliki Sumber Daya Alam yang memikat. Bisa saja dikembangkan untuk kegiatan wisata lokal. Desa-desa adatnya bertujuan dalam melestarikan kearifan lokal. drn

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here