Lolos 16 Besar, Kas Hartadi Menangis

2402
KALTENG PUTRA VS PERSIDA
Tim Kalteng Putra (merah) saat menghadapi Persida Sidoarjo, Sabtu (9/9), di Stadion Tuah Pahoe. Kalteng Putra menang 4-1 dan berhak lolos ke babak 16 besar

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Kalteng Putra sungguh beruntung. Saat menang besar 4-1 lwan Persida Sidoarjo, di Stadion Tuah Pahoe, Palangka Raya, Sabtu (9/9), Persik Kediri kalah 1-0 dari Persewangi. Kalteng Putra berhak lolos ke babak 16 pesar.

Nasib Kalteng Putra memang ditentukan hasil laga Persik Kediri versus Persewangi. Jika Persewangi menang, maka Kalteng Putra dipastikan out meskipun menang besar. Di babak 16 besar, Kalteng Putra satu grup dengan Persebaya, PSBK Biak, dan Semeru FC.

Pertandingan babak 16 besar rencananya bergulir mulai 22 September 2017 nanti.
Pada laga terakhir, Sabtu kemarin, penyerang andalan Kalteng Putra, Rivaldi Bawuo, menjadi pahlawan saat timnya menguliti Persida. Ia memborong 3 gol sekaligus, sementara 1 gol lainnya di cetak oleh M Zhifar Marsaoly melalui eksekusi bola mati. Berhasil mencetak 3 gol membuat Rivaldi berada di puncak top skor sementara Liga 2 2017 dengan 13 gol.

Pada babak pertama, Kalteng Putra sudah unggul 3 gol. Gol pertama di cetak oleh Ravaldi menit ke 17. Pemain asal Gorontalo ini kembali membobol gawang Persida pada menit 28.

Muhammad Zhifar memperlebar keunggulan tuan rumah menjadi 3-0 setelah berhasil mencetak gol dari luar kotak penalti melalui servis bola mati. Sepakannya berhasil melawati pagar hidup yang dibangun oleh para pemain Persida dan bola masuk ke pojok kanan bawah Persida dan gol.

Memasuki babak kedua, meskipun sudah unggul 3 gol, Kalteng masih belum puas. Baru 2 menit petandingan babak kedua berjalan tepatnya menit 47, penjaga gawang Persida, sudah harus memungut bola di dalam gawangnya. Rivaldi berhasil melewati hadangan pemain belakang Persida dan mengecoh penjaga gawang dengan mudah mencploskna bola kedalam gawang sudah kosong.

Persida mencetak gol hiburan di menit 83 melalui Tri Saputra. Atas kekalahan ini, Persida Sidoarjo dipastikan degradasi ke liga 3 (Amatir).

Tak dipungkiri, nasib tim kebanggaan masyarakat Kalteng ini tergantung dari hasil pertandingan Persewangi dan Persik, meskipun waktu bersamaan tim yang dilatih oleh Kas Hartadi ini berhasil pesta gol ke gawang Persida. Persaingan perebutan posisi kedua di klasemen Grup 6 sangat ketat antara Kalteng Putra dan Persik Kediri.

Kedua tim hanya terpaut dua poin saja sebelum pertandingan Sabtu (9/9). Kemenangan yang diraih oleh Rivaldi Bawuo dan rekan-rekannya membuat tim yang lahir dari Persepar Palangka Raya ini mengumpulkan 21 poin, unggul 1 poin atas Persik yang memiliki 20 poin. Kalteng Putra mendampingi Mojokerto FC yang terlebih dahulu sudah lolos ke 16 besar sebagai pemuncak klasemen grup dengan raihan poin 22.

Menangis
Sejumlah pemain Kalteng Putra seperti penjaga gawang, Galih Sudaryono dan sang pelatih, Kas Hartadi terlihat meneteskan air mata atas keberhasilan Kalteng Putra lolos ke babak selanjutnya.

Tim pelatih puas karena berhasil lolos ke babak selanjutnya, namun masih belum puas dari segi permainan sehingga berencana akan menambah lagi minimal 6 pemain baru guna menjalani pertandingan di babak selanjutnya. Karena diperkirakan akan semakin ketat persaingannya dibandingkan dengan sebelumnya.

“Yang jelas tim pelatih, manajemen, pemain dan suporter semua puas ya, untuk ke depannya jelas kita harus perbaiki. Harus ada perubahan, kalau tidak ya tahu sendiri tim kita kayak gitu tadi. Rencana ada tambah pemain minimal 6-lah, saya memberanikan diri usul sebagai asisten pelatih saat ada rapat kecil,” kata Parlin Siagian.

Parlin menilai para pemain mentalnya masih labil sehingga pertandingan babak kedua sempat kendor dan hanya mampu mencetak 1 gol saja, setiap pertandingan permasalahan tekait mental pemain menjadi masalah tersendiri sehingga untuk pertandingan selanjutnya perlu menambah pemain yang mentalnya bagus, terutama untuk posisi belakang, tengah dan depan.

Meskipun mencetak 3 gol, namun Parlin sedikit kecewa dengan penampilan Rivaldi di babak kedua. Pada babak pertama berhasil mencetak 2 gol sementara di babak kedua hanya 1 gol, Parlin melihat saat babak kedua pemain tidak lagi mengikuti skema permainan yang diinginkan pelatih yang meminta bermain box to box.

“Kita waktu itu instruksi taktik strategi kamu (Rivaldi) harus box to box mainnya dan bisa cetak 2 gol. Babak kedua bandel, ya itulah pemain kita, mental kurang, jadi taktikal pelatih kurang diimplementasikan di lapangan,” imbuh Parlin. yml

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here