350 Ribu Orang Belum Rekam KTP

228
Blanko e-KTP
Ilustrasi

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Berdasarkan data perekaman KTP elektonik Provinsi Kalteng per Juli 2017, bahwa dari 2.585.374 jiwa penduduk Kalteng, 359.082 orang belum melakukan perekaman KTP elektronik dan yang sudah terekam namun belum tercetak yaitu sebanyak 129.552 orang.

Kepala Dinas Kependudukan dan Pencatatan Sipil Provinsi Kalteng Brigong Tom Moenandaz, di Kantornya, Senin (4/9), mengatakan, berdasarkan data perekaman KTP elektonik Provinsi Kalteng per Juli 2017 yang wajib KTP per 30 Juni 2017 yaitu sebanyak 1.837.210.

Dari jumlah tersebut, yang sudah melakukan perekaman sebanyak 1.478.128 atau 80,46 persen, sementara yang cetak 1.247.023. Kemudian ada tambahan blangko sebanyak 142.915, namun yang digunakan 101.553, sisanya 28.489, dan yang rusak 4.873.

Data yang belum melakukan perekaman KTP elektronik per Juli 2017 sebanyak 359.082 orang dan yang sudah terekam namun belum tercetak 129.552 orang, sehingga rata-rata per kabupaten/kota yang belum tercetak itu mencapai 9.253. “Sehingga cakupan pencetakan KTP di daerah ini baru sekitar 81-85 persen,” ujarnya.

Brigong mengatakan, data ini berkembang terus, dan pihaknya terus mendorong pelaksanaan perekaman dan pencetakan KTP elektronik tersebut.

Dikatakan Brigong, cukup banyaknya masyarakat yang belum melakukan perekaman KTP elektronik karena beberapa faktor. Antara lain, kesadaran masyarakat untuk mengurus KTP-nya, wilayah Kalteng yang begitu luas, dan juga kendala peralatan yang sudah termakan usia.

Untuk itu, kabupaten/kota melakukan jemput bola dan pihaknya terus mendorong masyarakat agar melakukan perekaman. “Mengingat KTP elektronik ini sangat penting, selain untuk tertib administrasi, saat ini sejumlah urusan atau pelayanan sudah berbasis KTP elektronik,” kata dia.

Sementara untuk pencetakan KTP, ujar Brigong, juga mengalami sejumlah kendala, karena dari perekaman sampai pencetakan itu melalui sejumlah tahapan dan data-data tersebut harus diinput ke satu server yang ada di Kementerian Dalam Negeri, sedangkan itu dilakukan se-Indonesia.

Ditambah lagi kendala jaringan, peralatan yang sudah termakan usia dan ada yang rusak serta kapasitas alat cetak. Setiap satu mesin cetaknya hanya bisa mencetak sebanyak 50 lembar dalam satu kali proses cetak, kemudian harus diistrahatkan, karena kalau tetap dipaksakan maka mesinnya akan panas dan kualitas cetaknya tidak akan maksimal.

Beberapa kendala ini menghambat proses pengurusan KTP, sementara pada akhir tahun ini diharapkan cakupan pencetakan KTP di daerah ini bisa mencapai 95 persen, mengingat pada 2018 ini dilakukan pilkada serentak di 11 kabupaten/kota di Kalteng.

“Ini harus dikejar (cakupan pencetakan KTP) untuk tertib administrasi kependudukan, memudahkan masyarakat, dan untuk pilkada,” pungkasnya. dkw

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here