KS Kumpulkan 10.000 KTP untuk Windu-Ahmadi

10575
WINDU SUBAGIO
WINDU SUBAGIO

PALANGKA RAYA/tabengan.com – Langkah Wakil Bupati Sukamara H Windu Subagio bersama H Ahmadi maju di Pemilihan Umum Kepala Daerah dan Wakil Kepala Daerah (Pilkada) serentak 2018 di Kabupaten Sukamara, Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) kian mulus.

Betapa tidak, sudah 1.000 lebih kartu tanda penduduk (KTP) milik warga yang dikumpulkan Kawal Sukamara (KS) untuk memuluskan langkah kedua pasangan ini untuk maju di Pilkada serentak wilayah setempat.

“Kita siap maju di Pilkada Sukamara. Dukungan masyarakat sangat bagus. Melalui KS sudah 10.000 lebih KTP yang terkumpul. Bahkan, warga di 5 kecamatan juga sudah deklarasi untuk pasangan kami melalui jalur independen. Jumlah 10.000 KTP itu sudah melebihi dari syarat calon yang maju melalui jalur independen sebanyak 3.800 KTP dari jumlah penduduk sekitar 38.000 jiwa,” kata Windo Subagio, saat bertemu jajaran pengurus PWI Kalteng di Sekretariat PWI, Jalan RTA Milono, Selasa (22/8).

Meski dukungan masyarakat, lanjutnya, memungkinkan maju di Pilkada lewat jalur independen. Namun, sejumlah partai politik (Parpol) pun, sudah ada yang menyatakan siap mengusung mereka dalam pesta demokrasi di Kabupaten Sukamara.

“Parpol yang siap mengusung kita adalah Partai Bulan Bintang (PBB), disusul Hati Nurasi Rakyat (Hanura) dan Partai Amanat Nasional (PAN). Untuk PBB, kita sudah dapat rekomendasi dari Pusat. Sementara dukungan Hanura dan PAN masih di tingkat Dewan Pimpinan Cabang (DPC),” ujarnya,

Menurutnya, dukungan 3 parpol itu sudah cukup untuk maju di Pilkada Sukamara. Pasalnya, syarat untuk parpol dapat mengusung satu pasang calon bupati dan wakil bupati sebanyak 4 kursi di legislatif.

Jumlah anggota dewan dari PBB yang duduk di DPRD Sukamara, lanjutnya, sebanyak 2 orang, sedangkan Hanura dan PAN masing-masing 2 kursi. “Jadi jumlah kursi dari ketiga parpol itu sebanyak 6 kursi,” tambahnya.

Namun demikian, Windu juga berharap lewat PWI selaku organisasi yang sudah berpengalaman bisa memberikan inspirasi dan pembelajaran melalui berita-berita para awak media, agar Pilkada serentak mendatang bisa berjalan dengan sehat, misalnya tidak terjadinya money politik atau hal lain yang bisa merusak jalannya pesta demokrasi di Negeri ini.tho

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here