Farida Yeni Jarang Ngantor, Dewan Sambangi RSUD

1756
Ketua DPRD Katingan Ignatius Mantir L Nussa bersama sejumlah anggota DPRD lainnya saat berkoordinasi dengan pihak RSUD Mas Amsyar Kasongan
Ketua DPRD Katingan Ignatius Mantir L Nussa bersama sejumlah anggota DPRD lainnya saat berkoordinasi dengan pihak RSUD Mas Amsyar Kasongan

KASONGAN/tabengan.com – Mendengar kabar salah seorang Aparatur Sipil Negera (ASN) yang bekerja di RSUD Mas Amsyar Kasongan di bidang gizi lama tidak masuk kantor, DPRD Katingan yang salah satu tugasnya dalam pengawasan langsung menyambangi RSUD Mas Amsyar, Selasa (15/8).

Kedatangan Ketua DPRD Katingan, Wakil Ketua II beserta beberapa anggota DPRD Katingan lainnya disambut langsung oleh Direktur RSUD Mas Amsyar di ruang kerjanya.

Namun, ketika para awak media usai mengabadikan lewat jepretan foto tiba-tiba Direktur RSUD Mas Amsyar Noor Sanuri meminta kepada Ketua DPRD Ignatius Mantir L Nussa agar wartawan menunggu di luar.

Permintaan Direktur RSUD tersebut, lantaran ada hal-hal bersifat khusus yang tidak perlu diketahui oleh awak media terkait salah satu ASN yang diduga jarang masuk kantor, yakni Farida Yeni. Karena diketahui sebelumnya Farida Yeni merupakan istri Aipda Sulis yang tertangkap tangan sedang berduaan dengan mantan Bupati Katingan Ahmad Yantenglie.

Semenjak kejadian tertangkap tangan oleh suaminya sendiri beberapa bulan lalu, Farida dikabarkan sering tidak masuk kantor. Bahkan, beberapa kali informasinya sudah mengusulkan pindah ke Kota Palangka Raya. Hal tersebut sampai ke telinga DPRD Katingan yang langsung melakukan pengecekan ke RSUD Mas Asmyar.

“Kita berkunjung ke rumah sakit ini, karena ada laporan yang sampai ke kita bahwa ada salah seorang pegawai yang cukup lama tidak hadir atau masuk kantor. Untuk itu kita mempertanyakan langsung kepada pihak RSUD Mas Amsyar ini dan data-datanya sudah kita dapat,” kata Mantir setelah keluar dari ruang Direktur RSUD.

Menurut Mantir, dari keterangan pihak rumah sakit, Farida belum memenuhi unsur PP 53, masih proses, dan sudah diberikan teguran sebanyak 2 kali secara lisan agar kembali bekerja seperti para pegawai lainnya.

Lanjut Mantir, dari absen secara manual milik RSUD ini yang bersangkutan tidak hadir kurang lebih 15 hari tanpa keterangan. Untuk itu disarankan kepada yang bersangkutan jika masih ingin bekerja, sebaiknya turun dan aktif kembali, karena saat ini tenaga gizi sangat dibutuhkan. Tetapi jika memang sudah tidak siap bekerja, sebaiknya mengundurkan diri.

“Adanya informasi, bahwa Farida Yeni ini hanya nitip absen sudah kita tanyakan juga, dari keterangan mereka kesulitan lantaran kadang-kadang Farida Yeni ini tidak hadir pagi. Sedangkan sore hadir dan absennya ditandatangani dibilang itu tidak benar. Ya, itu memang benar juga, karena jam kerja itu ada jamnya. Bila sampai 3 kali sudah diberikan surat teguran, maka pihak Inspektorat dan BKD yang memprosesnya,” terang Mantir.

Terkait tidak diizinkannya awak media meliput atas permintaan Direktur RSUD di dalam ruangan Mantir menjelaskan, pertemuan ada yang tertutup dan ada yang terbuka, sehingga wartawan ada yang bisa diliput dan ada yang tidak bisa. Karena ada pembicaraan yang sifatnya tidak bisa keluar, untuk itu wartawan jangan kecewa.

Sementara itu, Nuur Sanuri mengatakan, absen yang dimiliki oleh RSUD Mas Asmyar ini masih manual atau menggunakan paraf. Beberapa waktu lalu, Farida sudah 2 kali ingin mengajukan pindah tugas dari RSUD Mas Asmyar melalui BKD setempat.

Mengenai alasan pindah, Nuur Sanuri mempersilakan menanyakan kepada yang bersangkutan, karena informasi yang didapat bahwa Farida ingin mencoba pindah tugas ke RSJ Kalawa Atei Palangka Raya. c-sus

LEAVE A REPLY

Please enter your comment!
Please enter your name here